Menonton Film, Belajar Mengenal Emosi dan Diri Sendiri
- 10 Nov 2025 14:18 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Di tengah derasnya arus hiburan digital, film kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana melepas penat. Lebih dari itu, film telah berkembang menjadi medium pembelajaran yang mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan seperti empati, tanggung jawab, dan kesadaran sosial. Baik film nasional maupun internasional, banyak karya yang tak sekadar menghibur, tetapi juga menginspirasi dan membuka ruang refleksi bagi penontonnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menonton film dapat meningkatkan empati dan pemahaman terhadap orang lain. Salah satunya yaitu sebuah studi dari Psychology In Russia mengungkapkan bahwa metode terapi menggunakan film (cinema therapy) efektif membantu seseorang memahami emosi dan situasi sosial secara lebih dalam.
Film seringkali mencerminkan kehidupan nyata tentang perjuangan, harapan, dan perubahan. Melalui kisah-kisah di layar lebar, penonton diajak merenungi berbagai aspek kehidupan: bagaimana menghadapi kegagalan, menghargai perbedaan, hingga belajar menerima diri sendiri. Misalnya, film “Laskar Pelangi” (2008) mengajarkan nilai perjuangan, keikhlasan, dan pentingnya pendidikan, sementara “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” (2020) menggugah kesadaran akan komunikasi dan kesehatan emosional dalam keluarga.
Untuk menjadikan aktivitas menonton lebih bermakna, diperlukan kesadaran dalam memilih dan menikmati tontonan. Memilih film dengan pesan positif, merefleksikan nilai moral setelah menonton, dan berdiskusi dengan orang lain tentang pesan cerita merupakan cara sederhana agar pengalaman menonton tak berhenti di hiburan semata. Lebih jauh lagi, nilai-nilai yang dipetik dari film dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai inspirasi untuk berbuat baik, bersikap terbuka, dan memahami sesama.
Menonton film bukan hanya bentuk hiburan, melainkan juga sarana belajar yang menyenangkan. Ketika dilakukan dengan kesadaran dan refleksi, film dapat menjadi jendela untuk memahami kehidupan dengan lebih luas, membantu kita menjadi manusia yang lebih empatik, terbuka, dan bijaksana. Karena sejatinya, setiap cerita di layar bisa menjadi cermin bagi perjalanan hidup kita sendiri. (Eva)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....