Klub Cerita Sore Hadirkan Ruang Literasi dan Kreativitas
- 01 Jun 2026 07:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Klub Cerita Sore terus memperluas budaya literasi melalui kegiatan membaca buku dan berbagai aktivitas kreatif di Surabaya. Komunitas tersebut bernaung di Ariza Library, perpustakaan independen yang berada di kawasan Gayungsari Barat, Surabaya Selatan.
Dalam program Sharity Pro 2 RRI Surabaya, Eva dan Diva menceritakan perjalanan komunitas tersebut. Klub Cerita Sore dibentuk untuk mengaktivasi kegiatan literasi sekaligus memperkenalkan Ariza Library kepada masyarakat luas.
Eva menjelaskan Ariza Library berdiri sejak 2023 sebagai ruang belajar terbuka yang dapat diakses masyarakat umum. Selain menyediakan koleksi bacaan, tempat itu juga menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan berkegiatan bersama.
Untuk memperluas jangkauan masyarakat, pengelola kemudian membentuk Klub Cerita Sore pada 2024. “Jadi sebetulnya cerita sore ini sebenarnya bentuk aktivasi untuk mengenalkan Ariza Library,” ujar Eva.
Menurut Diva, komunitas tersebut terbuka bagi berbagai kalangan dengan latar belakang usia dan profesi yang beragam. Ia mengaku awalnya mengira peserta hanya mahasiswa, namun banyak pekerja, ibu rumah tangga, hingga laki-laki yang aktif mengikuti kegiatan.
Keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan komunitas karena membuka ruang pertukaran pengalaman dan pengetahuan. Banyak anggota bahkan berkesempatan menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan komunitas.
Nama Klub Cerita Sore dipilih karena kegiatan awalnya berlangsung setiap Sabtu sore. Selain membaca, para peserta juga saling berbagi cerita mengenai buku yang sedang mereka baca.
Seiring perkembangannya, komunitas tersebut memiliki slogan yang lahir dari gagasan para anggota. “Sore jadi berarti, cerita jadi inspirasi,” ujar Diva menjelaskan tagline yang digunakan hingga sekarang.
Saat ini, kegiatan Klub Cerita Sore telah menjangkau sekitar 150 peserta dari berbagai penyelenggaraan acara. Meski demikian, komunitas tersebut tidak menerapkan sistem keanggotaan tetap bagi para pesertanya.
Peserta dapat mengikuti kegiatan sesuai waktu dan minat masing-masing sehingga komunitas lebih inklusif. Dalam satu bulan, Klub Cerita Sore biasanya mengadakan dua kegiatan pada minggu pertama dan ketiga.
Kegiatan utama diawali dengan sesi membaca buku bersama yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Peserta juga saling memberikan rekomendasi dan ulasan singkat mengenai buku yang telah dibaca.
Selain fokus pada literasi, komunitas tersebut juga menghadirkan berbagai aktivitas kreatif sesuai tema tertentu. Pada Juni mendatang, misalnya, peserta akan membuat pembatas buku dari daun dan bunga kering dalam rangka Hari Lingkungan Hidup.
Komunitas ini juga aktif berkolaborasi dengan berbagai narasumber untuk memperkaya wawasan peserta. Anggota pernah belajar kosakata bahasa Jepang, teknik membatik, hingga mengenal wastra Nusantara dari pegiat budaya.
Diva menilai kegiatan komunitas memberikan manfaat nyata berupa tambahan pengetahuan dan perluasan jejaring pertemanan. “Untuk umum sebenarnya, bebas. Yang lagi suntuk atau butuh healing bisa langsung gabung aja,” ujar Eva.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....