Film Half Obati Kerinduan Penggemar Thriller Vampir

  • 05 Okt 2026 10:46 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Tokoh di balik Marvel, Kevin Feige, telah mengambil sejumlah keputusan finansial cerdas dalam sejarah Hollywood, namun ia jelas melewatkan peluang emas saat memutuskan untuk tidak memproduksi film "Blade" yang baru, setelah komentar Mahersala ali memenuhi media sosial

Namun dibalik tidak diproduksinya Blade, sineas asal India, Samjad, telah menyutradarai sebuah film yang akan memuaskan para penggemar untuk menghidupkan sosok setengah vampir yang tangguh dalam pertarungan, karakter yang pernah dipopulerkan oleh Wesley Snipes (dalam Blade) di layar lebar.

Film baru karya Samjad yang berjudul "Half",yang naskahnya ia tulis bersama Praveen Viswanath, memiliki konsep sederhana yakni sepasang saudara kembar (Ranjith Sajeev dan Aiswarya Raj) dirampok dan dibiarkan tewas di jalan raya, namun karena mereka adalah setengah vampir, mereka berhasil pulih dan bersumpah untuk membalas dendam secara brutal terhadap komplotan yang menyerang mereka.

Selebihnya, film ini menjadi sajian penuh darah dan aksi sadis, di mana Very Tri Yulisman, koordinator laga untuk film "The Raid 2" dan "The Night Comes for Us", merancang koreografi aksi yang kreatif, jenaka, dan terasa begitu keras hingga seolah mampu meremukkan tulang.

Samjad menyukai "Blade," namun ia memiliki visi yang berbeda untuk filmnya sendiri. Dilansir dari Variety, "Half" telah memicu antusiasme luar biasa dari penonton, menciptakan suasana penuh energi saat pemutaran perdananya di program Midnight Madness TIFF serta di Fantastic Fest.

Ini adalah film laga yang menyajikan aksi yang jelas, tajam, dan sering kali diambil gambarnya pada siang hari. Meski koreografi pertarungannya terasa modern, nuansa film ini justru membangkitkan gaya sinema klasik. Terlepas dari hasil akhir yang dinamis, saat Samjad menceritakan proses syuting “Half”, jelas terlihat bahwa keberhasilan penyelesaian film itu bagaikan sebuah keajaiban.

Film berdurasi 96 menit ini menjadi salah satu rilisan sinema India yang paling unik karena menggabungkan elemen supernatural Barat dengan laga seni bela diri yang intens. Cuaca bukan satu-satunya tantangan, karena perang sungguhan pecah di tengah masa produksi.

Berbeda dari kebanyakan film vampir yang berlatar tempat gelap atau kastil tua, sebagian besar proses syuting film HALF dilakukan di lanskap gersang Gurun Rajasthan (Jaisalmer), memberikan nuansa curry western yang unik.

“Kami syuting di tengah gurun,” ujarnya. “Cuaca bisa sangat terik, dengan suhu mencapai 56 derajat Celsius (132,8 derajat Fahrenheit). Kami hampir tidak tahan berada di bawah sinar matahari. Namun, tiba-tiba segalanya berubah; awan datang, dan dalam waktu 10 hingga 15 menit, hujan turun deras hingga menyebabkan banjir di mana-mana. Kami membangun set toko kecil di dekat jalan raya, saat syuting berlangsung, kami sempat memeriksa prakiraan cuaca di internet dan kondisinya tampak sempurna. Namun, tiba-tiba badai es menerjang dan melenyapkan seluruh set, termasuk tripod dan peralatan kami lainnya. Kami menghadapi situasi seperti ini setiap kali syuting.”

"Half" dijadwalkan untuk tayang di Sitges Film Festival mendatang dan saat ini masih dalam proses mencari distributor untuk wilayah Amerika Serikat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....