Pengabdi Setan 3 akan Dipasarkan Secara Internasional
- 01 Sep 2026 08:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Film “Satan’s Slaves: Origin” atau “Pengabdi Setan 3: Origin” karya Joko Anwar mendapat dukungan Barunson E&A, studio Korea di balik film pemenang Oscar Parasite, untuk penjualan internasional. Barunson E&A akan memperkenalkan film tersebut kepada pembeli global dalam ajang pasar film Toronto Film Festival pada September mendatang.
Dilansir dari Variety, meskipun merupakan film ketiga dalam waralaba ini, "Satan’s Slaves: Origin" berdiri sendiri sebagai sebuah prekuel yang menelusuri asal-usul sekte serta perjanjian iblis yang menjadi latar belakang dua film pertamanya, film pengabdi setan tahun 2017.
Kisahnya bermula dengan wabah histeria massal di Strasbourg pada abad ke-16, yang diangkat dari peristiwa nyata tahun 1518, lalu beralih ke sebuah mercusuar berhantu di pesisir selatan Pulau Jawa pada abad ke-17.
Ini adalah produksi paling ambisius dalam karier Anwar sejauh ini, film ini mencakup dua benua dan menggunakan tujuh bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Alsace, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin.
"Film ini adalah segalanya yang sebenarnya sedang saya bangun tanpa saya sadari—film yang akhirnya menjawab dari mana kutukan itu berasal, mengapa kutukan itu tak kunjung usai, dan apa sebenarnya tujuan kutukan tersebut," ujar Anwar.
"Penggemar setia akan mendapatkan jawaban yang telah mereka nantikan selama bertahun-tahun. Sementara itu, penonton baru akan merasakan pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan."
Berbeda dari dua film sebelumnya, Origin akan menjadi kisah asal-usul yang mengungkap masa lalu kelam sekte pemuja setan. Yang akan menyoroti latar belakang karakter ikonik yang masih menyimpan banyak tanda tanya, seperti Darminah dan Batara.
Film ini diproduksi oleh Rapi Films, dengan Anwar bertindak sebagai penulis naskah sekaligus sutradara, serta Come and See Pictures, Sky Media, dan Legacy Pictures sebagai mitra produksi. Saat ini, film tersebut sedang dalam tahap pra-produksi dan dijadwalkan untuk tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2027.
Nama "Satan’s Slaves" (Pengabdi Setan) memiliki reputasi besar di Indonesia: versi orisinal tahun 1980 dari Rapi Films merupakan film klasik kultus lokal, versi baru garapan Anwar tahun 2017 memuncaki box office lokal tahun tersebut dan dianggap sebagai pemicu kebangkitan tren film horor di tanah air.
Sementara "Satan’s Slaves: Communion" (Pengabdi Setan 2: Communion) tahun 2022 menjadi film Indonesia pertama yang tayang di format IMAX dan tercatat sebagai salah satu dari enam film lokal terlaris sepanjang masa.
Kesepakatan ini memperpanjang kemitraan eksklusif dua tahun yang telah terjalin antara Anwar dan Barunson E&A, kolaborasi terakhir mereka, "Ghost in the Cell," yang juga sukses besar dan saat ini menempati peringkat kedua dalam daftar box office lokal Indonesia tahun ini.
Film horor-komedi tersebut tayang perdana di Festival Film Berlin dan telah mencatatkan lebih dari 3,3 juta penonton domestik serta terjual ke 150 wilayah, dengan Plaion memegang hak distribusi untuk Jerman dan Well Go USA untuk Amerika Utara.
Proyek ini merupakan tambahan terbaru dalam deretan akuisisi film genre Asia oleh Barunson E&A, yang juga telah terlibat dalam proyek "Inherit" karya Banjong Pisanthanakun, film thriller zombi Indonesia "Zona Merah: Dead City," serta film okultisme Korea "Stoneborn" dari para pembuat film "Exhuma."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....