Jejak Sejarah Transportasi Kereta Api
- 02 Okt 2026 13:10 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kereta api saat ini menjadi salah satu moda transportasi yang mampu membawa ratusan bahkan ribuan orang dalam satu perjalanan. Dengan jalur yang membentang antarkota dan antarwilayah, kereta membuat perjalanan menjadi lebih cepat dan memungkinkan manusia mengangkut barang dalam jumlah besar.
Namun, perjalanan kereta api hingga menjadi transportasi modern ternyata memiliki sejarah yang panjang. Awalnya, jalur rel tidak dibuat untuk mengangkut penumpang seperti yang dikenal sekarang. Teknologi tersebut berkembang dari kebutuhan sederhana untuk memindahkan hasil tambang dan barang berat.
Menurut World History Encyclopedia, perkembangan awal perkeretaapian berkaitan erat dengan Revolusi Industri Inggris. Sebelum kereta api bertenaga uap berkembang, manusia telah menggunakan gerobak beroda yang berjalan di atas jalur khusus. Gerobak tersebut terutama digunakan di kawasan pertambangan untuk memindahkan batu bara dan berbagai material berat.
Pada tahap awal, gerobak di atas rel tersebut masih ditarik oleh kuda. Penggunaan rel membantu membuat perjalanan gerobak menjadi lebih terarah dan mengurangi hambatan ketika membawa muatan berat. Sistem tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi perkembangan teknologi perkeretaapian.
Perubahan besar terjadi ketika tenaga uap mulai digunakan untuk menggerakkan kendaraan. Salah satu tokoh penting dalam perkembangan ini adalah Richard Trevithick. Pada awal abad ke-19, ia mengembangkan mesin uap bertekanan tinggi yang kemudian digunakan untuk menggerakkan lokomotif di atas rel.
Trevithick menunjukkan bahwa tenaga uap dapat digunakan untuk menggerakkan kendaraan yang membawa muatan. Meski teknologi awal tersebut masih memiliki banyak keterbatasan, penemuannya memberikan gambaran bahwa kendaraan tidak harus selalu bergantung pada tenaga manusia atau hewan.
Perkembangan berikutnya datang dari George Stephenson. Ia merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran besar dalam mengembangkan lokomotif uap agar dapat digunakan secara lebih efektif. Stephenson sebelumnya telah membuat lokomotif untuk mengangkut batu bara dari kawasan pertambangan.
Pada tahun 1825, perkembangan tersebut mencapai tahap penting ketika Locomotion No. 1 digunakan di jalur Stockton dan Darlington di Inggris. Kereta tersebut mengangkut penumpang dalam perjalanan menggunakan tenaga uap.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah transportasi karena memperlihatkan bahwa kereta api bertenaga uap tidak hanya dapat digunakan untuk membawa barang, tetapi juga memiliki potensi sebagai sarana transportasi manusia.
Keberhasilan jalur Stockton dan Darlington kemudian mendorong pembangunan jalur kereta api lainnya. Salah satu yang paling terkenal adalah jalur Liverpool–Manchester, yang mulai beroperasi pada 1830.
Sebelum jalur tersebut dibangun, transportasi barang di Inggris banyak mengandalkan kanal dan kapal sungai. Namun, kereta api menawarkan sesuatu yang berbeda. Perjalanan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan jalurnya tidak bergantung pada kondisi sungai atau kanal.
Dalam pembangunan jalur Liverpool–Manchester, muncul pula lokomotif terkenal bernama Rocket, yang dirancang oleh Robert Stephenson, putra George Stephenson. Lokomotif tersebut memenangkan kompetisi Rainhill Trials pada 1829 dan menunjukkan kemampuan teknologi lokomotif yang semakin berkembang.
Ketika jalur Liverpool–Manchester resmi dibuka pada 1830, kereta api mulai menunjukkan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat. Jalur tersebut tidak hanya digunakan untuk mengangkut barang, tetapi juga membawa penumpang dalam jumlah besar.
Menurut World History Encyclopedia, dalam waktu tidak lama jalur Liverpool–Manchester mampu mengangkut sekitar 1.200 penumpang setiap hari. Kereta api juga mampu membawa muatan jauh lebih banyak dibandingkan kapal kanal dalam satu perjalanan, sekaligus mencapai tujuan dengan waktu yang lebih cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....