Film "Titanic" (1997), Cerita yang Tak Pernah Usang untuk Dibahas
- 13 Apr 2026 14:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Film Titanic karya James Cameron merupakan salah satu karya sinema paling ikonik sepanjang masa yang hingga kini masih sering diperbincangkan. Dirilis pada 1997, film ini menggabungkan kisah cinta fiksi dengan tragedi nyata tenggelamnya kapal RMS Titanic.
Dengan durasi lebih dari tiga jam, film ini tidak hanya menghadirkan drama romantis, tetapi juga visual yang pada masanya dianggap revolusioner.
Kisah Titanic menceritakan antara Jack Dawson dan Rose DeWitt Bukater yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet. Pertemuan dua karakter dari latar belakang sosial berbeda ini menjadi inti emosional cerita.
Banyak kreator film dan reviewer seperti moviesfield.com pada 2026 menyebutkan bahwa romansa Jack dan Rose menjadi inti yang membuat film ini begitu membekas secara emosional, bahkan lama setelah film selesai ditonton.
Dari sudut pandang kritikus luar negeri, Titanic mendapat sambutan yang sangat positif pada situs rottentomatoes.com. Situs ulasan ini mencatat, film ini memiliki tingkat persetujuan sekitar 88 persen, yang menyebutkan bahwa film ini merupakan “perpaduan memukau antara visual dan melodrama klasik.” Hal ini menunjukkan bagaimana sutradara Cameron berhasil menyeimbangkan aspek teknis dan emosional dalam satu karya besar.
Reviewer ternama seperti Roger Ebert dalam www.rogerebert.com bahkan menyebut film ini sebagai karya yang dibuat dengan sangat sempurna, terstruktur cerdas, dan memikat. Ia menilai Titanic bukan sekadar tontonan, tetapi pengalaman sinematik yang utuh, di mana penonton diajak merasakan perjalanan kapal sekaligus emosi para penumpangnya.
Sejumlah kreator konten film modern juga masih memberikan ulasan positif terhadap Titanic. Dalam ulasan terbaru di Rotten Tomatoes, seorang reviewer menyebut film ini tetap kuat dan memikat bahkan setelah lebih dari 25 tahun, terutama berkat chemistry para pemeran dan adegan-adegan berskala besar yang mengesankan. Hal ini menunjukkan daya tahan film dalam menghadapi perkembangan zaman dan teknologi perfilman.
Namun, tidak semua ulasan bernada pujian. Beberapa diskusi komunitas film seperti Reddit, menyoroti bahwa cerita romantisnya terasa terlalu panjang atau cenderung melodramatis. Meski demikian, banyak juga yang mengakui bahwa adegan tenggelamnya kapal menjadi salah satu momen paling intens dalam sejarah film.
Kritik lain juga datang dari sebagian penonton yang menilai film ini terlalu menyederhanakan karakter atau terlalu mengedepankan kisah cinta dibanding tragedi sejarahnya. Meski begitu, banyak pengamat menilai pendekatan ini justru menjadi kekuatan film karena mampu membuat peristiwa sejarah terasa lebih dekat dan emosional bagi penonton luas.
Secara keseluruhan, Titanic tetap diakui sebagai salah satu film epik terbaik sepanjang masa. Dengan kombinasi visual megah, musik ikonik, serta cerita cinta yang menyentuh, film ini berhasil meninggalkan jejak kuat dalam budaya populer. Lebih dari dua dekade setelah perilisannya, Titanic membuktikan bahwa kisah sederhana tentang cinta di tengah bencana besar masih mampu menggugah emosi dan relevan di berbagai generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....