Seagrass and the Waves Memaknai Perjalanan Hidup Melalui Album “SELF EQUALIZER”

  • 22 Agt 2026 06:43 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Jakarta - Seagrass and the Waves memperkenalkan album terbaru bertajuk “SELF EQUALIZER”, sebuah karya yang mengangkat perjalanan emosional dalam menghadapi kehilangan identitas, ekspektasi, rasa aman, hingga bayang-bayang masa lalu. Album ini menjadi ruang refleksi mengenai proses seseorang dalam memahami dirinya sendiri sekaligus menghadapi berbagai perubahan yang terjadi dalam hidup.

Di kutip dari akun Instagram @musicine__ , “SELF EQUALIZER” mengeksplorasi perjalanan melalui lima tahap kehilangan, yakni denial, anger, bargaining, depression, dan acceptance. Ketujuh lagu di dalamnya menggambarkan setiap fase tersebut sebagai bagian dari proses yang tidak selalu berjalan lurus, ketika seseorang bisa kembali mempertanyakan hal yang sama, merasakan emosi yang berulang, sebelum akhirnya menemukan titik penerimaan.

Selain membawa tema yang lebih personal, album ini juga menandai transformasi musikal Seagrass and the Waves. Pendekatan yang dihadirkan terasa lebih eksperimental, eksploratif, dan kontras dibandingkan karya-karya sebelumnya. Perubahan tersebut sekaligus mempertegas dua karakter yang menjadi fondasi album, yakni Seagrass yang tenang, introspektif, dan grounded serta Waves yang dinamis, berani, dan penuh eksplorasi.

Konsep dua karakter tersebut kemudian menjadi gambaran mengenai pergulatan identitas yang dialami seseorang. Seagrass merepresentasikan sisi yang lebih reflektif dan mencari ketenangan, sementara Waves menjadi simbol dorongan untuk bergerak, mencoba hal baru, dan menghadapi perubahan. Keduanya hadir dalam perjalanan yang saling melengkapi, bukan sekadar sebagai dua sisi yang berlawanan.

Eksplorasi musikal dalam “SELF EQUALIZER” turut diperkuat dengan penggunaan berbagai elemen suara yang memberikan warna berbeda di sepanjang album. Kehadiran Vika Randia dari Madmax dalam lagu “Deep Breathe” menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Penggunaan flute, distorsi, serta dinamika yang lebih kontras turut memperluas karakter musik yang ingin dibangun Seagrass and the Waves.

Melalui tujuh lagu yang dirangkai di dalamnya, “SELF EQUALIZER” tidak berusaha menggambarkan proses perubahan sebagai sesuatu yang sederhana. Album ini justru menunjukkan bahwa perjalanan menuju penerimaan dapat berlangsung secara berulang dan tidak linear. Ada kalanya seseorang merasa sudah menemukan jawaban, kemudian kembali mempertanyakan identitas, pilihan, maupun masa lalu yang pernah ditinggalkan.

Pada akhirnya, “SELF EQUALIZER” menjadi representasi perjalanan dua identitas Seagrass dan Waves yang perlahan berhenti saling bersaing. Keduanya justru disejajarkan dan diselaraskan sebagai satu kesatuan untuk menemukan bentuk diri yang baru. Lewat album ini, Seagrass and the Waves menghadirkan refleksi bahwa menerima perubahan bukan berarti melupakan masa lalu, melainkan memahami setiap proses sebagai bagian dari perjalanan untuk mengenal diri sendiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....