Film Rumah Singgah Siap Ajak Penonton Menemukan Kembali Harapan

  • 21 Agt 2026 17:02 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Film Rumah Singgah siap menyapa penonton Indonesia melalui layar bioskop mulai 27 Agustus 2026. Film produksi SENARA ini mengangkat kisah tentang persahabatan, kehilangan, perjuangan, serta harapan dalam menjalani kehidupan.

Rumah Singgah disutradarai Dyan Sunu Prastowo dengan ide cerita Celvin Jaya Hadi. Skenario film ini ditulis Raditya dan diproduksi bersama Mandela Pictures serta Limelight Pictures.

Cerita berpusat pada Karla, atlet lari yang diperankan Adhisty Zara. Karla harus menerima kenyataan pahit setelah didiagnosis mengidap osteosarkoma, penyakit kanker tulang yang ganas.

Kondisi tersebut mengubah kehidupan Karla dan membuatnya harus menghadapi masa depan yang berbeda. Dalam perjalanan tersebut, Karla kemudian tiba di sebuah rumah singgah.

Di tempat itu, Karla bertemu Bu Andin yang diperankan Dewi Irawan. Ia juga berkenalan dengan Luki, Toni, dan Pika yang diperankan Devano, Ciccio Manassero, dan Messi Gusti.

Pertemuan tersebut perlahan berkembang menjadi persahabatan yang memberikan warna baru bagi kehidupan Karla. Mereka menjalani perjalanan bersama Mang Didu, penjaga rumah singgah yang diperankan Aming.

Kebersamaan tersebut menjadi ruang bagi para tokoh untuk kembali menemukan harapan. Mimpi yang hampir sirna perlahan mendapatkan kesempatan tumbuh kembali.

Sutradara Dyan Sunu Prastowo mengatakan film ini banyak berbicara mengenai waktu. Menurutnya, hal sederhana terasa berarti ketika seseorang menyadari keterbatasan waktu.

“Selama membuat Rumah Singgah, kami banyak berbicara tentang waktu,” ujar Dyan Sunu Prastowo. Ia juga mengajak masyarakat hadir di bioskop untuk merasakan kembali pentingnya hadir bagi orang lain.

Dyan berharap penonton tidak hanya datang untuk menyaksikan cerita Rumah Singgah. Ia ingin film tersebut mengingatkan masyarakat agar mau mendengarkan dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk bermimpi.

Pengalaman selama produksi juga membuat cerita film terasa personal bagi para pemain. Devano, pemeran Luki, merasakan perubahan sudut pandang ketika mendalami karakter tersebut.

“Menjadi Luki membuat saya belajar melihat banyak hal dari sudut pandang yang berbeda,” tutur Devano. Ia menilai Luki tetap mampu menikmati hal sederhana meski berada dalam situasi yang tidak mudah.

Devano juga terlibat dengan lagu “Surat Hati” yang menjadi bagian dari perjalanan film. Menurutnya, lagu tersebut membuat pengalaman Rumah Singgah semakin dekat dengan perasaannya selama proses syuting.

Ia berharap penonton dapat merasakan kehangatan yang hadir selama proses pembuatan film. Devano juga berharap penonton semakin menghargai waktu dan orang-orang yang selalu hadir.

Bagi SENARA, perjalanan Rumah Singgah tidak berakhir setelah proses produksi selesai. Makna film justru diharapkan tumbuh ketika cerita tersebut bertemu dengan penonton.

Produser SENARA Hans Andreas mengatakan sebuah film baru menemukan maknanya ketika bertemu dengan penonton. Karena itu, ia mengajak masyarakat menyaksikan Rumah Singgah sejak hari pertama penayangannya.

“Pada akhirnya, sebuah film tidak selesai ketika proses produksinya berakhir,” ujar Hans Andreas. Ia menyebut kisah seperti Rumah Singgah layak mendapatkan ruang luas untuk didengar dan dibicarakan.

Melalui film tersebut, SENARA ingin menghadirkan manusia dengan mimpi, tawa, ketakutan, dan keinginan menjalani hidup sepenuhnya. Penonton diharapkan menemukan cerita mereka sendiri setelah menyaksikan film tersebut.

Kisah tersebut menempatkan rumah singgah sebagai ruang pertemuan bagi orang-orang dengan persoalan masing-masing. Dari ruang sederhana itu, hubungan antarkarakter berkembang menjadi sumber kekuatan menghadapi keadaan.

Kehadiran para sahabat menjadi bagian penting dalam perjalanan Karla menghadapi perubahan hidup. Film ini menyoroti bagaimana kebersamaan dapat membantu seseorang menjalani masa sulit dengan lebih ringan.

Rumah Singgah juga membawa pesan tentang pentingnya menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut hadir melalui hubungan antarkarakter dan pengalaman mereka selama menjalani perjalanan bersama.

Dengan tema tersebut, film ini menawarkan cerita yang berangkat dari persoalan manusia. Cerita tersebut kemudian berkembang melalui persahabatan, harapan, dan keinginan menjalani kehidupan sepenuhnya.

Rumah Singgah dibintangi Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Aming, dan Dewi Irawan. Film ini juga menghadirkan Marthino Lio, Agnes Naomi Shivapriya, dan Alex Abbad.

Film Rumah Singgah dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Penonton dapat mengikuti informasi terbaru melalui akun media sosial resmi film tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....