Drone Pertama Dunia, Lahir Dari Proyek Rahasia Perang
- 13 Agt 2026 10:43 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Drone yang kini identik dengan teknologi modern ternyata memiliki sejarah yang jauh lebih panjang. Jauh sebelum pesawat tanpa awak digunakan untuk fotografi, pengiriman barang, hingga berbagai kebutuhan industri, teknologi pesawat tanpa pilot sudah mulai dikembangkan sejak era Perang Dunia I.
Menurut artikel Smithsonian Magazine, salah satu tokoh penting dalam sejarah awal drone adalah Archibald Montgomery Low, seorang insinyur dan penemu asal Inggris. Pada masa Perang Dunia I, Low dipercaya mengembangkan sebuah proyek rahasia bernama Aerial Target, yang dirancang sebagai pesawat tanpa awak dan dikendalikan dari jarak jauh menggunakan teknologi radio.
Proyek tersebut dikembangkan ketika Inggris menghadapi ancaman serangan udara. Aerial Target pada awalnya dirancang sebagai semacam torpedo udara yang dapat digunakan untuk menghadapi pesawat Zeppelin dan kapal selam Jerman. Nama “Aerial Target” sengaja digunakan agar proyek tersebut terlihat seperti pesawat sasaran untuk latihan, bukan senjata berteknologi baru.
Pada Maret 1917, Aerial Target melakukan penerbangan pertamanya dengan kendali radio. Momen tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pesawat tanpa awak karena menunjukkan bahwa sebuah pesawat dapat diterbangkan tanpa pilot di dalamnya. Atas kontribusinya, Archibald Low kemudian dikenal sebagai salah satu pelopor sistem kendali radio dan bahkan disebut sebagai “father of the drone”.
Namun, penerbangan perdana tersebut belum berjalan sempurna. Pesawat mengalami kecelakaan saat demonstrasi. Kegagalan itu menunjukkan bahwa teknologi pengendalian jarak jauh pada masa tersebut masih menghadapi persoalan besar, terutama dalam hal keandalan sinyal radio dan kemampuan mengendalikan pesawat secara akurat.
Perkembangan teknologi tanpa awak kemudian berlanjut di Amerika Serikat. Pada 1918, Charles F. Kettering bersama timnya mengembangkan Kettering Bug, sebuah pesawat tanpa awak yang menggunakan sistem mekanis untuk menentukan jarak penerbangan sebelum akhirnya menjatuhkan badan pesawat menuju sasaran. Smithsonian menyebut Kettering Bug sebagai salah satu pesawat tanpa awak pertama yang berhasil dikembangkan.
Menariknya, Kettering Bug juga mengalami kegagalan dalam salah satu penerbangan demonstrasinya. Pesawat tersebut sempat berbelok keluar jalur dan meluncur menuju area tempat para pejabat militer menyaksikan uji coba, sehingga mereka harus berlindung. Meski demikian, proyek tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan teknologi pesawat tanpa awak.
Pada masa itu, tentu belum ada istilah drone seperti yang dikenal sekarang. Teknologi tersebut lebih banyak disebut sebagai pesawat tanpa awak, pesawat kendali radio, atau torpedo udara. Penggunaan istilah “drone” baru berkembang kemudian, seiring munculnya pesawat tanpa awak yang digunakan sebagai sasaran latihan militer.
Dari proyek rahasia di tengah perang, teknologi tersebut perlahan berkembang menjadi sistem penerbangan tanpa pilot yang semakin canggih. Perjalanan panjang itu akhirnya membawa dunia menuju drone modern yang mampu membawa kamera, melakukan pemetaan, membantu pekerjaan industri, hingga digunakan untuk berbagai kebutuhan sipil.
Sejarah drone menunjukkan bahwa teknologi yang terlihat sangat modern sebenarnya memiliki akar lebih dari satu abad. Apa yang dahulu merupakan eksperimen rahasia dan penuh kegagalan kini telah berubah menjadi perangkat yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, kisah Archibald Low dan Aerial Target menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan panjang drone. Dari sebuah pesawat tanpa pilot yang diuji pada masa Perang Dunia I, teknologi tersebut terus berkembang hingga menjadi drone modern yang mampu terbang dengan sistem kendali dan navigasi jauh lebih kompleks.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....