Lafa Pratomo Rayakan 12 Tahun Berkarya lewat EP Kolaboratif "Garis Tegak"
- 11 Agt 2026 19:19 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Jakarta - Produser musik Lafa Pratomo resmi memperkenalkan proyek kolaboratif terbarunya bertajuk "Garis Tegak", sebuah EP yang menjadi penanda 12 tahun perjalanan kariernya di industri musik Indonesia. Diproduksi bersama KithLabo, proyek ini menghadirkan konsep kolaborasi yang mempertemukan beragam musisi lintas karakter dan genre dalam satu ruang kreatif. "Garis Tegak" menjadi karya yang merepresentasikan perjalanan panjang Lafa sebagai sosok yang selama ini lebih banyak berkarya di balik layar.
Di kutip dari akun instagram @volix.media, EP ini menghadirkan total enam lagu yang melibatkan 12 musisi dalam enam pasangan kolaborasi. Deretan kolaborator tersebut terdiri dari Feby Putri bersama Matter Mos, Nadhif Basalamah bersama Hursa, Ari Lesmana bersama White Chorus, Isyana Sarasvati bersama Jason Ranti, Bilal Indrajaya bersama The Jansen, serta Hindia bersama Banda Neira. Perpaduan nama-nama tersebut menawarkan kombinasi musikal yang beragam sekaligus menjadi daya tarik utama dari proyek ini.
Sebagai pembuka rangkaian perilisan, single berjudul "Seperti Angka 8" yang dibawakan oleh Feby Putri dan Matter Mos telah resmi dirilis di seluruh platform musik digital pada 4 Agustus 2026. Lagu tersebut menjadi gerbang awal untuk memperkenalkan konsep besar "Garis Tegak", sementara lima lagu lainnya dijadwalkan hadir secara bertahap setiap bulan hingga keseluruhan proyek rampung dirilis.
Berbeda dengan pola kolaborasi yang umum dilakukan, seluruh lagu dalam "Garis Tegak" lahir melalui proses workshop yang mempertemukan para musisi dalam satu ruang kreatif. Lafa Pratomo memilih membangun setiap karya dari nol bersama para kolaboratornya, bukan sekadar mengundang musisi untuk mengisi lagu yang telah selesai dibuat. Pendekatan tersebut memungkinkan terjadinya pertukaran ide, eksplorasi musikal, dan dialog kreatif yang lebih organik.
Seluruh proses penulisan lagu hingga rekaman dilaksanakan di Syaip Studio, yang menjadi ruang bertemunya berbagai karakter musikal dari setiap kolaborator. Suasana kolaboratif tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun identitas "Garis Tegak", di mana setiap lagu lahir dari proses bersama dan bukan hanya hasil kerja individu. Hal ini menjadikan setiap karya memiliki karakter yang unik sekaligus mencerminkan chemistry antar musisi yang terlibat.
Selama lebih dari satu dekade, nama Lafa Pratomo dikenal luas sebagai produser yang berkontribusi di balik berbagai karya musisi Indonesia. Namun melalui "Garis Tegak", untuk pertama kalinya ia menempatkan namanya sebagai identitas utama di sampul sebuah proyek musik. Langkah tersebut menjadi simbol keberanian Lafa untuk membagikan visi kreatifnya secara lebih personal kepada publik, tanpa meninggalkan peran kolaboratif yang selama ini menjadi kekuatannya.
Melalui "Garis Tegak", Lafa Pratomo tidak hanya merayakan perjalanan 12 tahun berkarya, tetapi juga menghadirkan sebuah ruang yang mempertemukan berbagai perspektif musikal dalam satu karya yang utuh. Dengan konsep kolaborasi yang dibangun sejak proses penciptaan lagu, proyek ini menjadi bukti bahwa musik terbaik sering kali lahir dari pertemuan, dialog, dan keberanian untuk menciptakan sesuatu bersama. EP ini pun menjadi tonggak baru dalam perjalanan Lafa sebagai produser sekaligus kreator yang kini tampil di garis depan membawa namanya sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....