Devoira Resmi Debut lewat "Anemone", Sajikan Nuansa Shoegaze Jepang yang Melankolis
- 27 Jul 2026 11:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Tanggerang - Band alternative shoegaze asal Tangerang Selatan, Devoira, resmi memulai perjalanan musikalnya melalui single debut bertajuk "Anemone". Lagu ini menjadi perkenalan pertama mereka kepada publik dengan menghadirkan perpaduan kelembutan melodi dan distorsi khas Japanese alternative shoegaze yang atmosferik. Melalui "Anemone", Devoira memperlihatkan identitas musik yang mengedepankan emosi, tekstur suara yang luas, serta narasi yang dekat dengan pengalaman personal banyak orang.
Devoira sendiri merupakan unit musik yang terbentuk pada tahun 2026 dengan formasi yang diperkuat oleh Flora Shafiqa pada vokal, Naqa Arkana di gitar, dan Chercol pada bass. Meski baru memulai langkahnya di industri musik, ketiganya memiliki visi yang sama untuk menghadirkan karya-karya yang mampu membawa pendengar larut dalam pengalaman emosional yang intim melalui lanskap suara shoegaze yang mereka usung.
Secara musikal, "Anemone" memadukan karakter lembut pada bagian vokal dengan lapisan gitar berdistorsi yang mengawang dan melankolis. Pengaruh Japanese alternative shoegaze terasa kuat dalam komposisi lagu ini, menghadirkan dinamika yang mampu bergerak dari ketenangan menuju luapan emosi yang intens. Pendekatan tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun identitas musikal Devoira sejak rilisan pertamanya.
Di kutip dari akun Instagram @musicine, "Anemone" mengangkat kisah tentang kekecewaan yang hadir secara tidak terduga. Lagu ini menggambarkan seseorang yang tanpa disadari kembali dipertemukan dengan lagu-lagu sedih favoritnya ketika tengah menghadapi luka yang belum sepenuhnya pulih. Musik yang dahulu menjadi teman di masa-masa sulit kembali hadir sebagai tempat berlindung ketika perasaan kehilangan dan kecewa datang menghampiri.
Menariknya, lagu-lagu sedih yang menjadi pelarian dalam cerita "Anemone" bukan digambarkan sebagai sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, Devoira melihatnya sebagai ruang yang memungkinkan seseorang untuk menerima dan memahami emosinya sendiri. Dalam beberapa keadaan, kembali mendengarkan lagu yang pernah menemani luka lama justru menjadi cara untuk menyadari bahwa seseorang telah melalui banyak hal dalam hidupnya.
Melalui pendekatan tersebut, "Anemone" tidak hanya berbicara mengenai kesedihan, tetapi juga tentang hubungan yang begitu personal antara manusia dan musik. Lagu ini merekam momen ketika sebuah karya musik mampu menjadi cermin yang memantulkan berbagai emosi yang mungkin sulit diungkapkan melalui kata-kata. Nuansa melankolis yang dibangun sepanjang lagu pun semakin memperkuat pesan tersebut.
Sebagai langkah perdana, "Anemone" menjadi representasi yang kuat atas arah musikal yang ingin ditempuh Devoira di masa mendatang. Perpaduan alternative shoegaze bernuansa Jepang dengan cerita yang emosional menjadikan single ini sebagai pembuka yang menjanjikan bagi perjalanan mereka di skena musik independen Indonesia. Kini, "Anemone" telah tersedia dan dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital, mengajak pendengarnya untuk tenggelam dalam distorsi yang lembut sekaligus menyembuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....