Obelisk Stereo Debut Single lewat “Avoidance” : Tentang Rapuhnya Persahabatan

  • 27 Jul 2026 07:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Jakarta - Unit math rock asal Jakarta, Obelisk Stereo, resmi memperkenalkan single debut mereka yang bertajuk “Avoidance” pada 30 Januari 2026. Lagu ini menjadi penanda dimulainya perjalanan musikal Obelisk Stereo di skena musik independen Indonesia setelah resmi terbentuk pada tahun 2025. Melalui rilisan perdananya, mereka menghadirkan eksplorasi musikal yang memadukan kompleksitas math rock dengan sentuhan bossa nova yang hadir di beberapa bagian lagu, menciptakan karakter yang unik sekaligus emosional.

Di kutip dari akun Instagram @musicine__, Perjalanan Obelisk Stereo sendiri bermula dari sebuah proyek musik yang mengalami berbagai proses pengembangan. Di pertengahan tahun 2025, proyek ini kembali dijalankan dengan melakukan produksi ulang sekaligus perombakan formasi untuk menemukan identitas musikal yang lebih utuh. Langkah tersebut menjadi titik penting yang membawa Obelisk Stereo pada bentuknya yang sekarang, dengan pendekatan musik yang lebih matang dan terarah.

Sosok Hary Hutajulu menjadi motor utama di balik terbentuknya formasi terbaru Obelisk Stereo. Ia mengajak sejumlah rekan semasa di Jatinangor untuk bergabung dan menghidupkan kembali proyek ini. Kini, Obelisk Stereo diperkuat oleh Hary Hutajulu dan Willy Lukito Manurung pada gitar, Fikri Manurung pada bass, serta Regarde Utama di posisi drum. Keempatnya menghadirkan dinamika permainan yang menjadi fondasi kuat dalam membangun identitas musik Obelisk Stereo.

Secara musikal, “Avoidance” menawarkan pengalaman mendengarkan yang tidak biasa. Kompleksitas ritme khas math rock dipadukan dengan nuansa bossa nova yang hangat dan mengalir, menciptakan kontras yang menarik sepanjang lagu. Perpaduan tersebut menjadi medium yang tepat untuk menyampaikan emosi yang ingin dibangun, mulai dari kehangatan sebuah hubungan hingga rasa kehilangan yang hadir secara perlahan.

Dari sisi lirik dan narasi, “Avoidance” mengangkat kisah tentang persahabatan dua perempuan yang memiliki hubungan begitu erat. Keduanya digambarkan tumbuh bersama dan saling menjadi tempat berbagi dalam berbagai fase kehidupan. Namun, hubungan yang telah terbangun dengan penuh kepercayaan itu harus runtuh dalam sekejap akibat persoalan uang yang mengubah segalanya.

Melalui cerita tersebut, Obelisk Stereo berupaya menghadirkan refleksi mengenai rapuhnya hubungan antarmanusia ketika dihadapkan pada kepentingan pribadi dan persoalan material. Lagu ini menunjukkan bahwa luka tidak selalu lahir dari hubungan romantis, melainkan juga dapat muncul dari hubungan pertemanan yang selama ini dianggap akan bertahan selamanya. Kehilangan dalam bentuk seperti inilah yang menjadi emosi utama yang ingin disampaikan melalui “Avoidance”.

Sebagai rilisan debut, “Avoidance” menjadi representasi yang kuat atas arah musikal yang ingin ditempuh Obelisk Stereo di masa mendatang. Perpaduan math rock yang kompleks dengan sentuhan bossa nova, ditambah narasi yang dekat dengan realitas kehidupan, menjadikan lagu ini sebagai perkenalan yang menjanjikan dari unit asal Jakarta tersebut. Dengan eksplorasi yang berani dan pendekatan yang emosional, Obelisk Stereo membuka lembaran pertama perjalanan mereka dengan karya yang layak untuk disimak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....