Nadin Amizah Buka Babak Baru lewat Single "Moonlight"
- 10 Agt 2026 22:51 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Jakarta - Solois dan penulis lagu Nadin Amizah kembali menyapa pendengarnya melalui single terbaru bertajuk "Moonlight", yang menjadi pembuka menuju album studio ketiganya, Laika, Yang Ditinggalkan. Perilisan lagu ini menandai dimulainya perjalanan musikal baru Nadin yang mengajak pendengar memasuki dunia penuh refleksi, emosi, dan narasi puitis yang akan menjadi benang merah dalam album tersebut. "Moonlight" menjadi langkah awal untuk mengenalkan tema besar yang akan diusung dalam karya terbarunya.
Menariknya, "Moonlight" bukanlah lagu yang baru ditulis. Nadin mengungkapkan bahwa karya berbahasa Inggris ini telah ia ciptakan sejak masih duduk di bangku SMA. Setelah tersimpan selama bertahun-tahun, lagu tersebut akhirnya direkam dan dirilis secara resmi. Keputusan menghadirkan kembali karya lama ini menghadirkan nuansa nostalgia, sekaligus menjadi bukti bagaimana sebuah karya dapat menemukan waktu yang tepat untuk diperdengarkan kepada publik.
Secara musikal, "Moonlight" menawarkan warna yang sedikit berbeda dari karya-karya Nadin sebelumnya. Diproduseri bersama Dissa Kamajaya, lagu ini memadukan karakter lirik yang puitis dengan aransemen yang lebih atmosferik. Lapisan instrumen yang lembut berpadu dengan vokal khas Nadin menciptakan suasana yang intim, membawa pendengar perlahan memasuki ruang emosional yang menjadi inti dari lagu ini.
Melalui "Moonlight", Nadin mengangkat kisah tentang kehilangan, cinta, dan upaya seseorang untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh orang atau peristiwa yang pernah berarti dalam hidupnya. Lagu ini tidak hanya berbicara mengenai kesedihan, tetapi juga tentang proses menerima, mengenang, dan belajar melanjutkan hidup ketika sesuatu yang dicintai tidak lagi berada di sisi kita.
Di kutip dari akun instagram @musicine__, Inspirasi utama yang melandasi album Laika, Yang Ditinggalkan berasal dari sosok Laika, anjing pertama yang dikirim ke luar angkasa.
Dalam interpretasi Nadin, Laika menjadi metafora mengenai perjalanan emosional manusia, tentang keberanian menghadapi ketidakpastian, rasa ditinggalkan, serta kerinduan yang terus hidup meski waktu terus berjalan. Melalui simbol tersebut, Nadin membangun dunia naratif yang menjadi fondasi bagi keseluruhan album ketiganya.
Sebagai lagu pembuka, "Moonlight" berperan sebagai pintu masuk bagi pendengar untuk memahami semesta yang tengah dibangun Nadin dalam album Laika, Yang Ditinggalkan.
Lagu ini menjadi pengantar yang memperlihatkan arah musikal dan emosional yang lebih luas, sekaligus menegaskan konsistensi Nadin dalam menghadirkan karya-karya yang sarat makna dan mampu mengajak pendengar melakukan perjalanan batin bersama setiap liriknya.
Perilisan "Moonlight" menandai babak baru dalam perjalanan kreatif Nadin Amizah sebagai musisi dan penulis lagu. Dengan menghadirkan karya yang telah ia simpan sejak masa remaja, dipadukan dengan produksi yang lebih matang dan atmosferik, Nadin kembali menunjukkan kemampuannya merangkai cerita yang personal menjadi pengalaman yang relevan bagi banyak orang. "Moonlight" pun menjadi awal yang menjanjikan menuju kehadiran album Laika, Yang Ditinggalkan, yang telah dinantikan oleh para pendengarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....