Dongker Tutup Perjalanan menuju Album Kedua lewat “Lagu Selepas Hujan”

  • 27 Jul 2026 03:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Bandung - Unit musik punk asal Bandung, Dongker, resmi merilis single ketiga bertajuk “Lagu Selepas Hujan” pada 24 Juli 2026 di seluruh Digital Streaming Platform (DSP). Lagu ini menjadi penutup dari rangkaian perilisan single yang mengantarkan Dongker menuju album penuh kedua mereka, “Melankolia Radikal”, yang dijadwalkan meluncur pada 28 Agustus mendatang. Melalui karya terbarunya, Dongker menghadirkan sisi musikal yang berbeda tanpa meninggalkan identitas yang selama ini mereka bangun bersama para pendengarnya.

Berbeda dari lagu-lagu Dongker yang identik dengan tempo cepat dan energi eksplosif di atas panggung, “Lagu Selepas Hujan” hadir sebagai sebuah balada kontemplatif yang menawarkan ruang refleksi yang lebih tenang. Nuansa melankolis yang dibangun dalam lagu ini menjadi eksplorasi baru bagi Dongker dalam merespons berbagai kegelisahan yang lahir dari realitas sosial yang mereka saksikan sehari-hari.

Di kutip dari akun Instagram @popaktif.id, Inspirasi utama lagu ini datang dari “Hujan”, karya milik Koil yang menjadi salah satu referensi penting dalam proses kreatifnya. Dari inspirasi tersebut, Dongker merangkai sebuah narasi yang berbicara tentang hubungan manusia dengan ruang hidupnya, sekaligus menjadi medium untuk menyuarakan keresahan terhadap berbagai persoalan yang terus berlangsung di tengah masyarakat.

“Lagu Selepas Hujan” turut menyinggung tata kota yang semakin kaku dan kehilangan ruang-ruang yang humanis. Dongker juga mengangkat krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta kesenjangan pembangunan yang masih terasa di berbagai wilayah. Melalui pendekatan yang lebih puitis dan kontemplatif, kritik sosial yang mereka sampaikan hadir tanpa kehilangan ketajamannya sebagai sebuah karya musik.

Meski dibalut dengan tempo yang lebih lambat, lagu ini tetap membawa semangat yang menjadi denyut utama Dongker sejak awal perjalanan mereka. Keresahan sosial yang selama ini menjadi fondasi karya-karya Dongker masih terasa kuat, hanya saja disampaikan melalui warna musikal yang lebih emosional dan reflektif dibanding rilisan-rilisan sebelumnya.

Sang gitaris, Delpi, menyebut “Lagu Selepas Hujan” sebagai titik temu dari proses pendewasaan dan eksplorasi musikal Dongker. Menurutnya, lagu ini menjadi bukti bahwa band tersebut terus berkembang tanpa perlu melepaskan akar yang telah tumbuh bersama komunitasnya. Energi mosh pit yang identik dengan Dongker tetap menjadi bagian penting dari identitas mereka, meski kali ini hadir dalam balutan yang lebih tenang dan intim.

Perilisan “Lagu Selepas Hujan” sekaligus menjadi gerbang terakhir sebelum album “Melankolia Radikal” resmi diperkenalkan kepada publik pada 28 Agustus 2026. Melalui single ini, Dongker memperlihatkan bahwa kematangan musikal tidak selalu berarti meninggalkan identitas lama, melainkan keberanian untuk terus bereksplorasi dan menemukan cara-cara baru dalam menyampaikan keresahan yang sama. Sebuah langkah yang semakin mengukuhkan Dongker sebagai salah satu nama penting dalam skena musik independen Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....