Leonardo Ringo Lepas “Trip to The Sun” : Kritik Kehidupan di Era Digital
- 27 Jun 2026 17:16 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Jakarta - Gitaris Zeke and The Popo, Leonardo Ringo, kembali menghadirkan karya terbaru pada tahun 2026 melalui single berjudul “Trip to The Sun”. Lagu ini menjadi penanda dimulainya perjalanan menuju album terbarunya yang tengah dipersiapkan. Dengan durasi mencapai tujuh menit, karya tersebut menawarkan pengalaman mendengarkan yang mendalam sekaligus memperlihatkan sisi eksploratif Leonardo sebagai musisi dan penulis lagu.
Dalam single ini, Leonardo menggandeng Miyane Soemitro dari Hightime Rebellion untuk menyampaikan pesan yang relevan dengan kehidupan modern. Melalui lirik dan atmosfer musik yang dibangun, “Trip to The Sun” menyoroti bagaimana pola hidup digital yang semakin dominan perlahan mengikis esensi kemanusiaan.
Kritik tersebut disampaikan secara reflektif, mengajak pendengar untuk mempertanyakan kembali hubungan mereka dengan teknologi dan dunia di sekitarnya. Di kutip dari akun Instagram @Popaktif.id, lagu ini menyampaikan pendekatan yang lebih puitis dan kontemplatif. Leonardo dan Miyane menggambarkan kondisi masyarakat yang semakin tenggelam dalam arus informasi tanpa henti, di mana interaksi digital kerap menggantikan kedekatan emosional yang sesungguhnya.
| Baca juga: Serial The Beatles Ungkap Para Pemain |
Tema tersebut menjadikan “Trip to The Sun” bukan hanya sebuah karya musik, tetapi juga ruang perenungan bagi pendengarnya. Menariknya, proses produksi lagu ini dilakukan dalam kondisi yang serba terbatas. Karena keterbatasan waktu dan biaya, Leonardo memutuskan untuk memainkan seluruh instrumen sendiri.
Keputusan tersebut membuat proses kreatif berlangsung sangat personal, sekaligus memberikan kebebasan penuh baginya untuk menerjemahkan visi musikal yang diinginkan tanpa banyak kompromi. Dari sisi musikalitas, “Trip to The Sun” menghadirkan perpaduan yang kaya antara gitar, instrumen gesek, serta analog synthesizer.
Kombinasi tersebut menghasilkan lanskap suara yang luas dan sinematik, namun tetap menyimpan nuansa intim. Pendekatan ini menunjukkan keberanian Leonardo dalam mengeksplorasi berbagai tekstur bunyi untuk mendukung pesan yang ingin disampaikan melalui lagu.
Tahap rekaman yang dilakukan secara mandiri turut melahirkan karakter lo-fi yang khas. Alih-alih dianggap sebagai keterbatasan, nuansa tersebut justru menjadi bagian penting dari identitas lagu. Atmosfer hangat dan organik yang muncul dari proses rekaman memberikan kesan jujur, seolah pendengar diajak masuk langsung ke dalam ruang kreatif tempat lagu ini pertama kali dilahirkan.
Sentuhan akhir kemudian diberikan oleh Wisnu Adji dari Monkey To Millionaire yang dipercaya menangani proses mixing. Dengan tangan dinginnya, karakter lo-fi yang sederhana berhasil diubah menjadi sajian musik yang terdengar megah dan penuh dimensi.
Melalui “Trip to The Sun”, Leonardo Ringo tidak hanya membuka jalan menuju album barunya, tetapi juga menunjukkan kematangan artistik dalam merangkai kritik sosial, eksplorasi musikal, dan produksi yang berkelas dalam satu karya yang utuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....