Mengapa Musik Lo-Fi Dinilai Membantu Produktivitas Kerja?

  • 04 Mei 2026 12:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Musik Lo-Fi atau low fidelity semakin populer sebagai teman bekerja maupun belajar, terutama di kalangan pelajar, pekerja kreatif, dan pengguna remote working. Genre musik ini dikenal lewat irama santai, tempo stabil, suara ambient, dan minim lirik sehingga dianggap mampu membantu seseorang lebih fokus saat beraktivitas.

Dilansir dari Harvard Business Review, musik instrumental dengan tempo moderat dapat membantu meningkatkan konsentrasi karena tidak terlalu membebani otak dalam memproses informasi verbal. Musik tanpa lirik dinilai lebih efektif menjaga fokus dibanding lagu dengan vokal yang dapat mengalihkan perhatian saat membaca atau menulis.

Lo-Fi sendiri berkembang dari gaya produksi musik yang sengaja mempertahankan “ketidaksempurnaan” suara, seperti noise kaset, suara hujan, atau efek vinyl. Dilansir dari The New York Times, elemen-elemen tersebut justru menciptakan suasana nyaman dan menenangkan bagi pendengarnya. Banyak orang menggambarkan musik Lo-Fi seperti “suara latar yang hangat” tanpa terasa terlalu ramai.

Beberapa penelitian juga menunjukkan musik dengan ritme stabil dapat membantu menjaga suasana hati dan mengurangi stres ringan saat bekerja. Dilansir dari Medical News Today, musik santai dapat membantu menurunkan kadar kortisol atau hormon stres sehingga seseorang merasa lebih rileks ketika menghadapi pekerjaan berulang atau tekanan deadline.

Selain itu, Lo-Fi sering digunakan untuk menciptakan efek “flow state”, yaitu kondisi ketika seseorang sangat tenggelam dalam pekerjaannya. Dilansir dari BBC Worklife, suara ambient yang konsisten dapat membantu otak mempertahankan ritme kerja tanpa gangguan mendadak, terutama pada pekerjaan seperti menulis, desain, coding, maupun membaca dokumen panjang.

Meski demikian, efek musik terhadap produktivitas tetap berbeda pada tiap orang. Sejumlah ahli menyebut sebagian orang justru bekerja lebih efektif dalam kondisi sunyi total. Dilansir dari Verywell Mind, faktor seperti jenis pekerjaan, kepribadian, dan kebiasaan seseorang sangat memengaruhi apakah musik benar-benar membantu fokus atau malah menjadi distraksi.

Popularitas Lo-Fi juga didorong perkembangan platform streaming dan siaran langsung 24 jam seperti “Lo-Fi Girl” di YouTube. Kanal tersebut menjadi ikon budaya internet modern karena menghadirkan musik santai nonstop yang banyak digunakan pengguna di seluruh dunia untuk belajar, bekerja, hingga menemani tidur.

Dengan kombinasi ritme tenang, suara ambient, dan nuansa yang tidak terlalu agresif, musik Lo-Fi kini bukan sekadar hiburan, tetapi juga dianggap sebagai alat bantu produktivitas digital di era kerja modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....