Crocodile Tears Siap Tayang setelah Keliling Festival Dunia

  • 14 Mar 2026 14:11 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Film Crocodile Tears segera menyapa penonton Indonesia setelah berkeliling lebih dari 30 festival dunia. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026.

Film tersebut merupakan debut film panjang sutradara Tumpal Tampubolon. Karya ini diproduseri oleh Mandy Marahimin bersama sejumlah rumah produksi internasional.

Sebelum tayang di Indonesia, film ini lebih dulu mendapat perhatian festival internasional. Perjalanan festival dimulai melalui pemutaran perdana dunia di Toronto International Film Festival 2024.

Setelah itu, film ini juga tampil dalam pemutaran perdana Asia di Busan International Film Festival 2024. Kehadirannya kemudian berlanjut ke berbagai festival film ternama dunia.

Beberapa festival yang menayangkan film ini antara lain BFI London Film Festival. Film tersebut juga tampil di Adelaide Film Festival dan Torino Film Festival.

Selain itu, Crocodile Tears turut diputar di Red Sea International Film Festival. Film ini juga meraih sejumlah nominasi serta penghargaan internasional.

Di Göteborg Film Festival 2025, film ini masuk nominasi Ingmar Bergman Competition. Crocodile Tears juga tampil dalam kompetisi Asian Feature Film Singapore International Film Festival.

Prestasi lain diraih pada Jakarta Film Week 2025. Film ini memenangkan Direction Award serta Nongshim Award.

Penghargaan juga datang dari Asian Film Festival Barcelona 2025. Film ini meraih penghargaan Best Screenplay pada program Panorama.

Cerita film berpusat pada Johan yang tinggal bersama ibunya di taman buaya tua. Tempat tersebut menjadi dunia kecil yang membentuk kehidupan Johan sejak kecil.

Johan tumbuh di bawah pengawasan sang ibu yang sangat protektif. Ia kemudian mulai mempertanyakan kehidupan yang selama ini dijalaninya.

Keinginan mengenal dunia luar mempertemukan Johan dengan seorang gadis bernama Arumi. Pertemuan tersebut perlahan mengubah keseimbangan hubungan keluarga mereka.

Sang ibu tidak menyetujui hubungan Johan dengan Arumi. Penolakan itu membuat hubungan keduanya semakin tegang dan penuh tekanan.

Perubahan sikap sang ibu menjadi semakin ganjil dan menegangkan. Situasi tersebut menghadirkan konflik emosional dalam hubungan keluarga mereka.

Film ini dibintangi Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani. Ketiganya menghadirkan drama keluarga dengan nuansa psikologis yang kuat.

Cerita film ini terinspirasi dari pengalaman personal sang sutradara. Inspirasi muncul ketika ia menonton dokumenter tentang buaya betina melindungi anaknya.

“Cerita ini terinspirasi dari dokumenter tentang buaya betina yang melindungi anak-anaknya,” ujar Tumpal Tampubolon. Ia melihat perpaduan sisi menakutkan sekaligus lembut dalam perilaku tersebut.

Tumpal mengatakan film ini mencoba mempertanyakan makna cinta dalam keluarga. Ia juga menyoroti bagaimana kasih sayang bisa berubah menjadi beban emosional.

“Melalui film ini, saya mempertanyakan makna bakti dan cinta dalam keluarga,” kata Tumpal. Ia menilai hubungan yang melindungi terkadang bisa terasa menyesakkan.

Crocodile Tears menghadirkan drama keluarga dengan sentuhan realisme magis. Film ini juga memadukan ketegangan psikologis dengan visual yang kuat.

Melalui perjalanan festival internasionalnya, film ini membawa cerita lokal ke panggung global. Penonton Indonesia dapat menyaksikannya di bioskop mulai 7 Mei 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....