Hampir 11 Tahun Berlalu, “Fastpay” Saksi Perjalanan Sang Ayah di Dunia Keagenan
- 14 Sep 2026 16:42 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Soebarno bergabung menjadi agen Fastpay pada 24 November 2015. Hanya 20 hari kemudian, pada 14 Desember 2015, lahirlah putranya, Fastpay Humam Zada atau yang akrab disapa Papay.
Kini hampir 11 tahun telah berlalu, Soebarno atau ayah Papay tetap menjalankan usahanya sebagai agen Fastpay dengan melayani pembayaran tagihan, top up pulsa, dan paket data. Banyak hal berubah dalam kurun waktu tersebut.
Teknologi berkembang, pilihan pembayaran semakin beragam, dan masyarakat semakin terbiasa melakukan transaksi secara digital. Namun bagi Soebarno, peluang dari bisnis agen pembayaran masih tetap ada.
Di tengah gempuran aplikasi baru dan promo yang datang silih berganti, bertahan bukan soal kebetulan. Itu soal tetap relevan dan tetap dipilih.
Ketika Usia Anak Menjadi Penanda Sebuah Perjalanan
Hampir sebelas tahun tentu membawa banyak perubahan bagi sebuah keluarga maupun usaha. Ketika Soebarno memulai perjalanan sebagai agen Fastpay pada 2015, layanan pembayaran digital belum semudah dan sebanyak sekarang. Kini, masyarakat dapat menggunakan mobile banking, dompet digital, maupun berbagai aplikasi transaksi mandiri.
Namun perubahan tersebut tidak membuat Soebarno meninggalkan dunia keagenan. Ia masih melihat kebutuhan masyarakat untuk membayar tagihan, membeli pulsa, mengisi paket data, dan melakukan berbagai transaksi lainnya sebagai peluang usaha yang tetap relevan.
“Selama kebutuhan masyarakat untuk pembayaran tagihan, pulsa, dan paket data masih ada, menurut saya usaha agen pembayaran juga masih punya peluang. Saya sudah cukup lama menggunakan Fastpay dan merasa nyaman karena layanannya lengkap dan proses transaksinya sederhana untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Soebarno.
Alasan tersebut sederhana, tetapi menunjukkan mengapa sebuah usaha bisa bertahan lama. Bukan sekadar mengikuti tren, melainkan karena masih ada kebutuhan pelanggan yang dapat dilayani.
Papay Tumbuh, Sang Ayah Terus Melayani
Nama Fastpay yang melekat pada Papay membuat perjalanan keluarga ini memiliki cerita tersendiri. Namun setelah hampir sebelas tahun, kisah tersebut tidak lagi hanya berbicara tentang sebuah nama.
Usia Papay justru menjadi penanda waktu perjalanan sang ayah. Saat Papay belum lahir, Soebarno baru memulai langkahnya sebagai agen. Ketika Papay tumbuh, Soebarno terus melayani transaksi. Saat Papay hampir berusia 11 tahun, sang ayah masih aktif menjalankan usaha yang sama.
Dalam perjalanan panjang itu, kenyamanan menggunakan Fastpay menjadi salah satu alasan Soebarno bertahan. Menurutnya, kelengkapan layanan dan proses transaksi yang sederhana membantu mendukung aktivitas usahanya sehari-hari.
Kenyamanan tersebut tidak terbentuk dalam satu hari. Ia tumbuh melalui transaksi demi transaksi dan pengalaman menggunakan layanan selama bertahun-tahun.
Sebelas tahun. Bukan waktu yang singkat untuk terus konsisten menjalankan satu usaha yang sama, di tengah begitu banyak pilihan baru yang terus bermunculan.
Loyalitas yang Dibuktikan oleh Waktu
Bagi Fastpay, perjalanan Soebarno memberikan makna lain terhadap loyalitas. Loyalitas tidak hanya disampaikan melalui kata-kata. Waktu memberikan ukuran yang lebih nyata: ketika sebuah layanan tetap dipilih, digunakan, dan menjadi bagian dari aktivitas usaha setelah bertahun-tahun.
“Bagi kami, yang paling bermakna dari perjalanan Pak Soebarno bukan hanya lamanya beliau menjadi Juragan Fastpay. Kepercayaan yang diberikan selama bertahun-tahun menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaga relevansi layanan Fastpay bagi usaha Juragan,” ujar Febri Royatul, Vice President Agent Acquisition Fastpay.
Hampir 11 tahun sejak bergabung, Soebarno masih melihat peluang dalam bisnis pembayaran dan tetap nyaman menggunakan Fastpay untuk mendukung usahanya. Papay terus tumbuh. Sang ayah pun terus melayani.
Dan setelah hampir sebelas tahun, nama “Fastpay” bukan hanya menjadi bagian dari nama seorang anak. Nama itu juga menjadi saksi perjalanan seorang ayah yang tetap menjalankan usahanya sebagai Juragan Fastpay hingga hari ini.
Cerita Pak Soebarno mungkin bukan satu-satunya. Ada kemungkinan besar, cerita serupa juga sedang berjalan di rumah Juragan Fastpay lain bukan soal nama anak, tapi soal konsistensi yang sama : terus melayani, dari transaksi ke transaksi, dari tahun ke tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....