Diskop Jatim Matangkan Persiapan OPOP EXPO 2026
- 29 Sep 2026 10:21 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- OPOP EXPO 2026 digelar 13–15 November di Royal Mall Surabaya dan memasuki penyelenggaraan tahun kedelapan.
- Pemprov Jatim mendorong expo menjadi ruang mempertemukan produk pesantren dengan pasar dan mitra usaha.
- Persiapan melibatkan perangkat daerah dan mitra strategis untuk memperluas jejaring usaha pesantren.
RRI.CO.ID, Surabaya – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur mulai mematangkan persiapan OPOP EXPO 2026 yang akan digelar 13 hingga 15 November 2026 di Royal Mall Surabaya. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kedelapan pameran produk pesantren melalui program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Arina, yang mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, mengatakan penyelenggaraan OPOP EXPO membutuhkan dukungan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar produk yang dikembangkan pesantren tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi dapat berlanjut ke pengembangan pasar.
“Kegiatan ini tentu membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak agar OPOP EXPO dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi produk-produk pesantren,” ujar Arina, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 29 September 2026.
Rapat tersebut antara lain membahas persiapan teknis penyelenggaraan, keterlibatan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta dukungan dari mitra strategis OPOP. Koordinasi itu dilakukan untuk menyiapkan pelaksanaan expo sekaligus mempertemukan pelaku usaha pesantren dengan calon mitra dan pasar.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat sosialisasi OPOP EXPO 2026 yang berlangsung di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Senin (28/9/2026). Sejumlah perangkat daerah dan mitra OPOP dilibatkan dalam pembahasan untuk menyiapkan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut.

Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, mengatakan penyelenggaraan OPOP EXPO yang telah memasuki tahun kedelapan menunjukkan keberlanjutan program pengembangan usaha pesantren di Jawa Timur. Ia menyebut expo tidak semata-mata menjadi tempat untuk memamerkan produk. Menurut Gus Ghofirin, kegiatan tersebut juga dapat dimanfaatkan pesantren untuk membangun jejaring usaha dan membuka akses terhadap pasar maupun mitra kerja.
“OPOP EXPO harus menjadi ruang untuk mempertemukan produk pesantren dengan pasar dan mitra, sehingga apa yang telah dikembangkan pesantren dapat terus tumbuh dan memiliki jangkauan yang semakin luas,” kata Gus Ghofirin.
OPOP EXPO merupakan bagian dari program One Pesantren One Product yang mendorong pengembangan produk dan unit usaha di lingkungan pesantren. Produk yang dihasilkan beragam, sehingga penyelenggaraan expo menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkannya kepada masyarakat sekaligus membuka peluang kerja sama usaha.
Dalam rapat sosialisasi tersebut, selain Arina dan Gus Ghofirin, hadir sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta mitra strategis OPOP Jawa Timur. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju pelaksanaan OPOP EXPO 2026.
Dengan pelaksanaan pada 13–15 November mendatang, OPOP EXPO 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda pameran tahunan, tetapi juga memperluas jejaring usaha pesantren dan membuka akses pasar bagi produk yang dikembangkan melalui program OPOP Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....