Pelaku UMKM Surabaya Berharap Sensus Ekonomi Ubah Kondisi Jadi Lebih Baik

  • 01 Sep 2026 20:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya berharap dengan adanya Sensus Ekonomi mampu menghadirkan kebijakan yang relevan dengan kondisi dan tantangan ekonomi di tahun 2026. Sensus Ekonomi tahun 2026 kali ini sendiri dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mulai tanggal 15 Juni sampai 31 Agustus 2026.

Dari adanya pendataan rutin sepuluh tahunan tersebut, salah satu Pemilik UMKM “Mbois Laundry” Septiarini Irianti, saat dihubungi RRI Selasa, 1 September 2026, berharap ada suatu kebijakan dan regulasi yang tepat guna bagi para pelaku UMKM kedepannya. "Dari pendataan kemarin besar harapan kami kepada pemerintah untuk melahirkan kebijakan dan regulasi yang berdampak bagi kami selaku pelaku usaha kecil ini. Karena kita tahu bersama stabilitas ekonomi Indonesia ini sangat bergantung dengan UMKM," ujar Anti, panggilan akrabnya.

Selain itu, dirinya menyampaikan bahwa saat ini pelaku UMKM sedang dihadapkan oleh suatu tantangan yakni menurunnya pangsa pasar. Menurutnya, kondisi yang ada khususnya di Surabaya saat ini yakni lebih banyak produsen daripada konsumen, sehingga penjualan jauh lebih sulit jika dibandingkan 10 tahun lalu.

"Kalau saya lihat tantangan lain yang saya pribadi alami saat ini adalah marketnya. Jadi pangsa pasar atau konsumen saat ini jumlahnya lebih sedikit dari kami selaku produsen. Jika ini terus berlangsung tentu usaha mikro seperti saya ini menunggu waktu saja," ucapnya.

Sementara itu Owner UMKM Resep Bunda Vian, Vian Sevtria mengapresiasi langkah pemerintah untuk mendata kondisi ekonomi masyarakat di lapangan, namun ia berharap perlu ada sosialisasi yang lebih intens kepada para pelaku usaha agar lebih siap menerima petugas sensus. "Kami itu sering tiba-tiba di datangi oleh petugas sensus tanpa adanya pemberitahuan, setidaknya dari RT atau RW sudah ada woro-woro sebelumnya. Harusnya pemerintah bisa melakukan sosialisasi yang lebih intens lagi kedepan untuk pendataan semacam ini, karena bagi masyarakat yang tidak paham takutnya salah mengartikan," ucap Vian.

Selain itu, pelaku UMKM juga kerap mengeluhkan soal tingginya harga bahan pokok dan tarif pajak. Melalui sensus kali ini harapannya pemerintah mampu membuat kebijakan yang lebih ramah bagi para pelaku UMKM agar stabilitas ekonomi di level kecil dan menengah tetap aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....