52 Izin Edar Produk UMK Terbit Hitungan Jam, Desk BPOM Pangkas Kendala Legalitas
- 10 Sep 2026 08:45 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- BBPOM Surabaya gelar Desk Percepatan Registrasi Izin Edar Pangan Olahan 8-9 September 2026 hadirkan evaluator Direktorat RPO & Wasprod BPOM RI.
- Dari 100+ pengajuan, 52 izin edar produk UMK telah terbit dan 55 masih berproses - target fasilitasi 80 pelaku usaha pangan olahan Jatim.
- Model jemput bola pangkas antrean reguler, pelaku bisa konsultasi dan perbaiki kekurangan label/formula langsung di lokasi hingga terbit dalam hitungan jam, siap masuk ritel modern dan ekspor.
RRI.CO.ID, Surabaya - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya membuka akses jalur cepat perizinan bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) melalui Desk Registrasi Izin Edar Pangan Olahan (Desk Percepatan), pada 8–9 September 2026. Kegiatan yang digelar di Aula Gandrung Banyuwangi, Kantor BBPOM di Surabaya, ini menghadirkan langsung evaluator dari Direktorat Registrasi Pangan Olahan (RPO) dan Direktorat Pengawasan Produksi Pangan Olahan (Wasprod) BPOM RI.
Melalui desk ini, kendala teknis dapat langsung diselesaikan di lokasi. Pelaku usaha dapat berkonsultasi, memperbaiki kekurangan label atau formula secara langsung, dan menuntaskan verifikasi tanpa harus menunggu antrean reguler.
Raden Bagus Irwan Ruswandi, perwakilan dari Direktorat Registrasi Pangan Olahan BPOM RI, menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan tidak hanya memberikan pemahaman kepada pelaku usaha. Tetapi juga mendorong percepatan terbitnya legalitas produk.
“Dari lebih dari 100 pengajuan yang telah kami dampingi, saat ini sebanyak 52 Izin Edar Produk UMK telah terbit dan 55 lainnya masih berproses,” ujarnya.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil nyata dari antusiasme pelaku usaha dalam mengikuti pendampingan registrasi pangan olahan. Manfaat layanan ini dirasakan langsung oleh Risa Rahmania, salah satu peserta yang izin edarnya resmi terbit.
“Sangat membantu sekali karena sebelumnya terkendala terkait pengajuan cukup lama, tetapi hari ini kami mendapat pendampingan langsung sehingga prosesnya jauh lebih cepat, dan dalam hitungan jam, dua produk kami bisa langsung terbit,” tuturnya.
Target layanan jemput bola ini untuk memfasilitasi sekitar 80 pelaku usaha pangan olahan di Jawa Timur. Seluruh produk yang berhasil mengantongi izin edar resmi dari kegiatan ini langsung tercatat di sistem perizinan BPOM.
Mereka dan siap memperluas penetrasi pasar, mulai dari rantai pasok ritel modern domestik hingga kesiapan menembus pasar ekspor global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....