Tugas Kuliah Berlanjut Jadi Usaha, Yen Yen Tekuni Bisnis Kuliner

  • 28 Agt 2026 17:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Tugas kuliah membawa Yen Yen, pemilik Clare Surabaya, menekuni bisnis makanan hingga sekarang. Kisah ini ia bagikan dalam program Muda Kreatif Pro2 RRI Surabaya. Usaha tersebut bermula pada 2021, ketika pandemi Covid-19 membatalkan rencana magangnya di sebuah hotel.

Saat itu, Yen Yen masih menempuh pendidikan jurusan kuliner bisnis. Ia mendapat tugas membuat usaha dan memilih menjual makanan.“Jadi waktu itu aku masih kuliah, kebetulan kuliahnya mau lamar kerja,” ujar Yen Yen. Rencana bekerja di hotel batal karena pandemi membuat kegiatan tersebut ikut terdampak.

Yen Yen menjalankan tugas kuliah dengan membuat dan menjual produk makanan. Keputusan tersebut kemudian berkembang menjadi usaha yang tetap dijalankannya.

Ia mengawali usahanya dengan menjual spaghetti brulee. Produk tersebut dipilih karena Yen Yen sering membuatnya selama masa kuliah.“Karena waktu masa-masa kuliah banyak tugas, pengennya makan aja,” kata Yen Yen. Ia memilih makanan yang sering dibuat untuk dikonsumsi bersama.

Menurut Yen Yen, spaghetti brulee memiliki konsep berbeda dari lasagna. Spaghetti tersebut menggunakan saus bechamel dan keju sehingga menghasilkan rasa lebih creamy.

Selain spaghetti brulee, Clare Surabaya menyediakan sejumlah produk makanan lainnya. Produk tersebut antara lain lasagna, tiramisu, spaghetti creamy katsu, dan taiyaki.

Tiramisu menjadi salah satu produk yang relatif baru dalam usaha tersebut. Yen Yen mulai membuatnya tahun lalu karena melihat minat masyarakat.“Waktu itu lagi viral-viralnya juga, jadi kan coba bikin,” tutur Yen Yen. Produk tersebut kemudian mendapat respons positif dan banyak peminat.

Perjalanan usaha itu tidak selalu berjalan mudah bagi Yen Yen. Ia mengaku tantangan terbesarnya pada masa awal adalah menjaga konsistensi.“Yang paling sulit itu konsisten,” ujar Yen Yen. Ia sempat mempertimbangkan untuk kembali bekerja ketika usaha belum menunjukkan kepastian.

Namun, pelanggan yang kembali membeli membuat Yen Yen mempertimbangkan untuk terus berjualan. Pengalaman tersebut membuatnya merasa bisnis makanan merupakan jalan yang tepat.

“Ada customer yang repurchase lagi, ada customer yang cariin lagi,” katanya. Dukungan pelanggan tersebut menjadi alasan Yen Yen mempertahankan usahanya.

Setelah lulus kuliah, Yen Yen sempat kembali melamar pekerjaan. Ia mengikuti proses wawancara, tetapi akhirnya memilih melanjutkan usaha kuliner.

Dalam menjalankan usaha, Yen Yen menghadapi kenaikan harga bahan dan kemasan. Kondisi tersebut membuatnya mencari cara agar harga produk tetap terjangkau.

Salah satu cara ialah mengganti kemasan plastik dengan kemasan berbahan kertas. Menurutnya, perubahan itu membantu menjaga harga stabil sekaligus membuat kemasan lebih praktis.

“Dulu itu pakai thin wall, tapi sekarang pakai packaging kertas,” jelas Yen Yen. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperbarui kemasan produknya.

Harga sejumlah produk Clare Surabaya berada pada rentang berbeda sesuai jenis makanan. Dalam proses produksi, Yen Yen tidak menggunakan saus bolognese instan. Ia membuat saus sendiri dengan merebus tomat dan memasak daging.

“Kalau bolognaise sauce itu bisa satu jam, dua jam,” ungkap Yen Yen. Proses tersebut dilakukan untuk menghasilkan saus yang sesuai produknya.

Clare Surabaya menerapkan sistem produksi berdasarkan pesanan harian. Produk tidak disimpan terlalu lama karena Yen Yen menjaga kesegaran makanan.

“Kalau ada orderan kita baru rebus,” katanya. Karena itu, waktu pemesanan perlu disesuaikan dengan proses memasak.

Selain mengelola Clare Surabaya, Yen Yen membantu usaha fashion milik keluarganya. Ia menangani penjualan secara daring melalui siaran langsung.

Kegiatan tersebut dilakukan mengikuti perubahan kebiasaan konsumen yang semakin mengarah ke platform daring. Yen Yen biasanya melakukan siaran langsung pada malam hari karena dinilai lebih ramai.

“Lebih rame kayaknya karena orang nganggur di jam-jam segitu,” ujar Yen Yen. Ia biasanya melakukan siaran langsung sekitar pukul 18.00 hingga 20.00.

Kisah Yen Yen menunjukkan tugas kuliah dapat berkembang menjadi peluang usaha. Pengalaman tersebut juga memperlihatkan pentingnya konsistensi dalam mempertahankan bisnis.

Usaha Clare Surabaya kini terus berjalan dengan beragam produk makanan. Perjalanan itu bermula dari tugas kuliah dan berkembang melalui pelanggan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....