Muda Kreatif, Dua Saudari Kembangkan Bisnis Sewa Papan Bunga
- 22 Mei 2026 15:56 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dua saudari muda asal Surabaya mengembangkan bisnis persewaan papan bunga bernama Gradrent.indo. Usaha itu dirintis sejak 2024 dan menyasar kebutuhan wisuda serta perayaan kelulusan. Bisnis tersebut dijalankan Muammaroh Akmalia dan Nurul Sa’adah Aprilia. Keduanya hadir dalam program Muda Kreatif Pro 2 RRI Surabaya, Jumat, 22 Mei 2026 siang.
Akmalia mengatakan ide usaha muncul saat dirinya kuliah di Malang. Ia melihat papan bunga menjadi kebutuhan wajib usai sidang kampus.
“Di Malang, habis sidang biasanya ada papan bunga untuk foto-foto. Di Surabaya waktu itu masih jarang,” ujar Akmalia.
Ia kemudian melakukan riset melalui media sosial. Dari pengamatannya, bisnis serupa belum banyak ditemukan di Surabaya. Berangkat dari peluang itu, keduanya memutuskan membuka usaha sendiri. Mereka memilih fokus pada persewaan papan bunga wisuda dan ucapan.
Aprilia menjelaskan bisnis itu dirintis bersama sejak awal. Ia ikut bergabung karena masih menunggu masa kuliah dimulai. Menurutnya, usaha tersebut menjadi pengalaman bisnis pertama mereka. Namun, keduanya sudah terbiasa membantu usaha kreatif milik sang kakak.
“Kakak kami sudah punya usaha kreatif lebih dulu. Kami jadi banyak belajar dari sana,” ujar Aprilia.
Kini, Gradrent.indo hampir berusia satu tahun. Selain papan bunga besar, mereka mulai menghadirkan papan mini untuk dekorasi wisuda. Seluruh proses produksi masih dikerjakan sendiri oleh keduanya. Mulai desain, penyusunan bunga, hingga pengiriman dilakukan tanpa tim tambahan.
Mereka mengaku tidak memiliki latar pendidikan seni atau desain. Kemampuan kreatif justru berkembang karena terbiasa mengikuti tren media sosial.
“Kalau industri kreatif harus terus mengikuti tren. Media sosial sangat penting sekarang,” kata Akmalia.
Dalam sehari, keduanya rutin membuat konten promosi di TikTok dan Instagram. Strategi itu dilakukan untuk membangun kepercayaan pelanggan baru. Pada awal usaha, mereka sempat kesulitan mendapatkan pelanggan.
Namun, pesanan pertama mulai datang setelah dua minggu promosi konsisten. “Awalnya memang sepi. Kami terus unggah konten supaya pelanggan percaya,” ujar Aprilia.
Selain promosi, tantangan juga datang dari produksi. Mereka pernah menolak pesanan karena perlengkapan utama mengalami kerusakan mendadak. Kendala lain muncul saat bahan baku habis. Papan mini menggunakan kayu khusus dan membutuhkan waktu produksi cukup lama.
“Kadang stok kayu habis karena harus custom. Prosesnya bisa sampai beberapa minggu,” kata Akmalia.
Meski demikian, keduanya tetap menjaga kualitas layanan. Mereka menyediakan katalog desain agar pelanggan lebih mudah memilih produk. Konsep katalog dipilih untuk mempermudah proses pemesanan. Cara itu juga membuat produksi lebih efektif dan terukur.
Di tengah perkembangan bisnis, perbedaan pendapat sering terjadi. Namun, keduanya selalu mencari jalan tengah sebelum mengambil keputusan.
“Karena dua kepala berbeda, pasti sering beda pendapat. Tapi akhirnya tetap menemukan jalan tengah,” ujar Aprilia.
Dukungan keluarga juga menjadi kekuatan utama usaha mereka. Orang tua memberi keleluasaan selama bisnis tidak mengganggu pendidikan. Aprilia masih menjalani kuliah sambil membantu usaha. Sementara Akmalia kini fokus mengembangkan bisnis tersebut secara penuh.
Aktivitas usaha berlangsung tidak menentu setiap hari. Papan bunga biasanya disewa sejak pagi hingga malam hari. Karena itu, pekerjaan baru dimulai setelah barang dikembalikan pelanggan. Mereka kerap bekerja hingga malam demi menyelesaikan pesanan berikutnya.
Kehadiran Gradrent.indo menunjukkan peluang industri kreatif terus berkembang di Surabaya. Kreativitas serta konsistensi promosi menjadi modal penting generasi muda saat memulai usaha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....