Produk Sambal Surabaya Mendunia meski Belum Kantongi Sertifikat SNI

  • 07 Mei 2026 19:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Indonesia terkenal dengan produk sambalnya. Salah satu UMKM yang memproduksi sambel dengan pangsa pasar hingga mancanegara adalah Sambal Klotok Ning Niniek Surabaya.

Niniek, pemilik produk sambal klotok, Kamis 7 Mei 2026 mengungkapkan, produk sambal ini juga sudah diterima di ritel ritel modern dan toko oleh oleh. Bahkan merambah pasar luar Provinsi seperti jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

"Kami ada beberapa Pulau di Indonesia, termasuk yang banyak itu di Jabodetabek maupun di Surabaya. kami juga ada agen yang mengekspor ke beberapa negara, termasuk di Polandia, Hongkong, Taiwan, Singapur. Dan saat ini proses negosiasi ke Brunai dan Malaysia," katanya.

Sambal klotok Ning Niniek memiliki 15 varian, baik sambal maupun abon. Sedangkan yang paling banyak diminati adalah Sambal Tuna Asap. Sebelumnya ikan asin yang dibuat menjadi sambal, lalu Niniek berionvasi menjadi abon, agar bisa dinikmati semua kalangan.

"Produk awal kami Sambal Abon Klotok, jadi ikan asin khas Jawa Timur itu hanya diolah menjadi sambal, dan saya membuat olahan ikan ini menjadi abon sambal, sehingga bisa dinikmati oleh anak anak maupun kalangan menengah keatas," tuturnya.

Meski telah merambah pasar global, namun produk Niniek masih belum mendapat sertifikat SNI. Diakuinya, hal itu terbentur dengan biaya dan regulasi yang belum dipenuhinya hingga sekarang.

Permasalahan tersebut mendapat respon dari Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. DPR RI yang membidangi UMKM ini akan memfasilitasi pengurusan SNI, agar semakin aman saat pemasaran dimanapun.

"Jadi ini memang produk yang betul betul berkualitas dan diminati oleh masyarakat. hanya saja tadi SNI belum, tapi sudah bisa ke luar negeri. SNI harus segera mengesahkan, gak usah macem macem, ini sudah masuk ke luar negeri, ada buktinya, langsung keluarkan sertifikatnya," tegasnya.

Bambang Haryo meminta Badan Standarisasi Nasional (BSN) sebagai lembaga yang menetapkan SNI, tidak memperumit kepengurusan produk UMKM. "Jadi jangan terlalu rumit, ke luar negeri aja gak rumit. Masak kita rumit," imbuhnya.

Pelaku UMKM, menurut Bambang Haryo, menjadi salah satu penumbuh ekonomi kerakyatan. bahkan sebagian diantaranya sebagai penyumbang devisa negara, jiika produk mereka berhasil masuk pasar internasional.

"Belau ini sebagai penumbuh ekonomi kerakyatan, terus juga sebagai penyumbang devisa negara, yang kita harapkan produk dari Bu Niniek ini berkembang dengan pesat," tuturnya.

Sambal Klotok Ning Niniek membuktikan bahwa produk UMKM tidak kalah dengan produk industri besar. Hanya saja sebagian besar terbentur dengan pengurusan sertifikasi maupun standarisasi, mulai dari sertifikasi halal, SNI, maupun ijin PIRT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....