Pengamat Ekonomi Menyebut UMKM Belum Rasakan Pertumbuhan Nasional
- 09 Sep 2025 22:50 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukkan tren positif dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang konsisten meningkat. Namun, kondisi tersebut menyimpan paradoks karena tidak sepenuhnya dirasakan di tingkat mikro.
Pakar Ekonomi Makro UHW Perbanas, Arif Zenfiki Djunedi mengatakan Struktur pertumbuhan didukung sektor komoditas besar seperti CPO, batubara, dan nikel. Data makro yang menampilkan stabilitas seringkali menutupi gejolak sektor UMKM.
Fenomena ini dikenal dengan istilah Macro Gain-Micro Pain. UMKM yang menyerap lebih dari 80 persen tenaga kerja justru menghadapi kesulitan.
“Pertanyaan muncul, mengapa angka pengangguran meningkat di tengah pertumbuhan ekonomi. Salah satu penyebabnya adalah pengangguran struktural akibat disrupsi teknologi,” ungkapnya, Selasa (9/9/2025).
Selain itu, pergeseran pola konsumsi masyarakat turut memicu perubahan produksi. Perusahaan padat karya kemudian tertekan oleh efisiensi dan kompetisi pasar.
Sinyal kondisi ini bisa dilihat dari program pemerintah. Berbagai pelatihan kerja gratis bersertifikat disediakan untuk masyarakat sejak beberapa tahun terakhir.
Upaya tersebut menunjukkan transformasi budaya kerja sedang digerakkan. Model kerja lama dianggap tidak lagi sesuai dengan tuntutan pasar kontemporer.
“Sinyal lain tampak dari perguruan tinggi di Indonesia. Perubahan tren peminat program studi mencerminkan arah permintaan pasar tenaga kerja,” ujarnya.
Perguruan tinggi mulai menutup jurusan dengan peminat rendah. Sebaliknya, program yang relevan dengan industri digital mengalami lonjakan pendaftar.
Investasi pada program studi baru bukan keputusan spontan. Pihak kampus melakukan riset mendalam baik di tingkat domestik maupun global.
Langkah ini memperlihatkan adanya adaptasi serius menghadapi globalisasi. Perguruan tinggi berperan penting menjembatani kebutuhan industri dengan lulusan siap kerja.
“Dengan demikian, paradoks globalisasi perlu dicermati secara menyeluruh. Pertumbuhan makro harus diimbangi perhatian besar pada sektor mikro,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....