Liburan Ke Luar Negeri Jadi Ide Berjualan Sambal
- 15 Jul 2025 16:16 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Obrolan UMKM edisi Senin (14/07/2025) menghadirkan Siti Fatimah Febrina, Direktur Eksekutif sekaligus Co-Founder Dede Satoe. Perempuan yang akrab disapa Shifa ini berbagi kisah lahirnya sambal dan bumbu kemasan Dede Satoe, yang kini telah merambah pasar internasional.
Ide bisnis ini bermula dari pengalaman pribadi ibunya, Susilaningsih, saat bepergian ke luar negeri seperti Australia, Tiongkok, hingga saat menunaikan ibadah umrah. Di tengah udara dingin, Ibu Susi sangat merindukan cita rasa nasi hangat lengkap dengan ikan teri dan sambal khas Indonesia.
“Suatu ketika, saat berada di luar negeri pada musim dingin, Ibu Susi merasa rindu akan makanan khas Indonesia, terutama nasi panas dengan lauk sederhana seperti ikan teri dan sambel. Di tengah cuaca dingin, makanan tersebut terasa sangat menggugah selera,” kata Shifa.
Namun, membawa sambal dari rumah kerap menimbulkan masalah: bocor, basi, hingga merepotkan saat persiapan. Dari situlah lahir ide membuat sambal kemasan yang higienis, praktis, dan tahan lama.
Produk pertama sempat ditolak swalayan karena belum berlabel. Penolakan itu justru memacu semangat Ibu Susi untuk melengkapi semua persyaratan legal, termasuk izin edar, komposisi, hingga label kemasan. Kini, produk sambalnya telah mengantongi sertifikat HACCP dan USFDA sebagai syarat ekspor ke Amerika Serikat dan negara lain.
“Inovasi ini bukan hanya menjawab kebutuhan saya pribadi, tetapi juga menjadi solusi bagi banyak diaspora Indonesia dan pelancong yang merindukan cita rasa kampung halaman saat berada di negeri orang,” ujar Shifa.
Sambal Dede Satoe hadir dalam berbagai varian, seperti Sambal Surabaya, Sambal Kecombrang, Sambal Petai, Sambal Ikan Teri, hingga Sambal Ikan Roa. Selain sambal, tersedia pula bumbu masak praktis seperti Bumbu Rawon, Bumbu Soto Ayam, hingga Koya. Harga produknya dibanderol mulai Rp22.500 hingga Rp39.500.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....