Hilirisasi Peternakan jadi Strategi Jatim Tingkatkan Nilai Tambah
- 05 Okt 2026 20:01 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mendorong hilirisasi produk peternakan. Hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk produk peternakan.
Salah satu upaya tersebut, melalui regulasi Rancangan Perda Pengembangan Hilirisasi Peternakan. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, Jatim merupakan salah satu lumbung pangan peternakan nasional.
“Produk hewani kita merupakan yang terbesar di Indonesia. Tetapi tentu kita harus bisa mengatur bukan hanya produksi ternaknya, melainkan juga hilirisasinya,” ujarnya, Senin 5 Oktober 2026.
Sekdaprov Jatim menegaskan, saat ini Pemerintah Daerah mendorong peternak tidak lagi menjual bahan baku, tetapi produk jadi. Dengan demikian, nilai ekonomis juga lebih besar alias keuntungan yang diperoleh.
“Kita berada di zaman ketika produk yang ada harus diberikan nilai tambah yang lebih besar. Karena itu, sekali lagi, kita ingin memberikan kemudahan,” imbuhnya.
Adapun langkah langkahnya, Pemerintah Provinsi menjalankan kewenangannya, yakni mengatur kabupaten/kota. Berikutnya, memberikan kemudahan kepada para pengusaha, peternak, dan para pelaku usaha yang bergerak di dunia peternakan.
“Tidak hanya berhenti sampai di situ, kita juga membantu dari sisi pemasaran dan pendanaan. Pada akhirnya, produk-produk tersebut diharapkan mampu bersaing, bertahan, dan berkembang menjadi lebih besar,” tandasnya.
Sekdaprov menegaskan, hilirisasi produk peternakan menjadi salah satu tujuan dari Perda ini. Dengan meningkatnya nilai tambah dan ekonomi, harapannya memberi kesejahteraan kepada para peternak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....