Kesejahteraan Finansial Karyawan Jadi Perhatian Perusahaan

  • 20 Agt 2026 17:42 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kesejahteraan finansial karyawan kini mulai menjadi perhatian perusahaan, tidak hanya sebatas memastikan gaji dibayarkan tepat waktu. Tunjangan dan fasilitas karyawan juga semakin dipandang sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga produktivitas serta loyalitas pekerja.

Kebutuhan dana mendesak menjadi salah satu persoalan yang dapat memengaruhi kondisi finansial pekerja. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026 menunjukkan tingkat kredit macet pinjaman online meningkat dari 2,77 persen menjadi 4,52 persen, dengan kelompok usia 19–34 tahun menyumbang hampir separuh total gagal bayar.

“Data ini adalah signal, bukan noise. Kenaikan kredit macet pinjol di kelompok usia produktif bukan anomali sesaat yang bisa diabaikan, melainkan signal yang jelas bahwa banyak pekerja Indonesia belum memiliki akses yang aman terhadap kebutuhan finansial mendesak,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Mekari, Suwandi Soh, Kamis 20 Agustus 2026.

Berdasarkan Laporan Kesejahteraan Finansial Karyawan Indonesia dari Mekari pada 2022, sebanyak 88,3 persen karyawan setidaknya sekali dalam setahun membutuhkan dana darurat. Sebanyak 92 persen di antaranya menggunakan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan konsumtif.

“Kalau dibiarkan, signal ini akan terus berulang dan pada akhirnya membebani produktivitas serta loyalitas karyawan dalam jangka panjang. Tugas perusahaan, termasuk kami sebagai penyedia teknologi, adalah menangkap signal ini lebih awal dan meresponsnya lewat solusi yang benar-benar aman,” kata Suwandi.

Mekari Flex menawarkan layanan yang memungkinkan karyawan mengakses gaji yang telah menjadi hak mereka ketika membutuhkan dana mendesak melalui fitur Accessible Salary. Layanan tersebut tidak mengenakan bunga dan hanya membebankan biaya administrasi transaksi, sementara pencairan dana terhubung dengan sistem penggajian perusahaan.

“Sebelum menggunakan layanan ini, sistem kasbon tradisional berisiko mengganggu arus kas perusahaan karena menggunakan dana operasional internal. Dengan fitur Earned Wage Access, risiko cash flow tersebut dapat diminimalisir sepenuhnya tanpa mengganggu likuiditas bisnis,” ujar Iwan salah satu jajaran manajemen perusahaan yang membidangi people & culture.

Selain akses gaji, layanan tersebut menyediakan fasilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan karyawan, termasuk pengelolaan asuransi dan dana pensiun. Integrasi dengan sistem payroll juga membuat dana yang dicairkan otomatis diperhitungkan saat proses penggajian sehingga mengurangi pekerjaan administratif HR dan Finance.

“Dengan layanan ini, karyawan tidak perlu lagi mengajukan pinjaman. Mereka cukup menggunakan fitur Earned Wage Access, dan dana yang dicairkan akan otomatis dipotong saat proses payroll,” ujar Doni seorang HR Manager yang telah menerapkan layanan tersebut di perusahaannya.

Perusahaan pengguna layanan ini melaporkan penurunan beban administrasi HR dan Finance hingga 50–70 persen, sementara proses kasbon manual dan reimbursement berkurang hampir sepenuhnya. Saat ini, layanan tersebut telah digunakan lebih dari 600 perusahaan dengan 70.000 karyawan di Indonesia, termasuk Ruangguru, Paxel, Pinhome, Kitabisa.com, Good Doctor, dan MS Glow.

“Employee benefits bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian dari strategi perusahaan untuk menarik dan mempertahankan talenta. Kami percaya employee benefits bukan biaya tambahan, melainkan investasi untuk tenaga kerja yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Suwandi Soh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....