Perdagangan Emas Digital di ICDX Tumbuh 338 Persen pada Semester I 2026

  • 28 Jul 2026 01:02 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Jakarta – Minat masyarakat berinvestasi emas digital terus meningkat. Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mencapai 66.372.367 gram sepanjang semester I 2026.

Volume transaksi tersebut tumbuh 338 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 15.149.074 gram. Dari sisi nilai transaksi, perdagangan emas digital mencapai Rp172,7 triliun atau naik 601 persen dibandingkan semester I 2025 sebesar Rp24,6 triliun.

Ketua Persatuan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI), Anang Samsudin, mengatakan peningkatan transaksi didorong semakin tingginya literasi masyarakat terhadap emas digital. Selain itu, volatilitas harga emas juga membuat instrumen tersebut semakin diminati sebagai alternatif investasi dan diversifikasi aset.

"PPEDI terus mendorong peningkatan literasi masyarakat serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas pasar emas digital di Indonesia," ujarnya.

Anang menegaskan perlindungan dan keamanan nasabah menjadi prioritas utama. Karena itu, PPEDI terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga untuk memastikan keamanan transaksi, termasuk ketersediaan emas fisik dengan rasio 1:1 sebagai aset dasar investasi.

Pelaksana Tugas Direktur Utama ICDX, Nursalam, mengatakan pertumbuhan transaksi mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perdagangan emas digital.

"Sebagai bursa, ICDX akan terus menjaga independensi dan transparansi perdagangan, serta menjalankan literasi dan edukasi berkelanjutan bersama regulator maupun pedagang emas digital," katanya.

Saat ini terdapat enam pedagang emas digital yang menjadi anggota ICDX, yakni Indogold, Treasury, Laku Emas, ShariaCoin, Brankas LM, dan Pluang. Selain itu, ICDX juga menjadi anggota Indonesia Bullion Market Association (IBMA), asosiasi yang dibentuk untuk mendorong pengembangan pasar bullion nasional yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi, serta penguatan ekosistem industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....