Indonesia Tahan Harga BBM, Ini Alasannya
- 29 Mar 2026 23:01 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya -Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik ITS, Arman Hakim Nasution MEng, ikut mengomentari Indonesia hingga kini belum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Berbeda dengan sejumlah negara di Asia Tenggara lainnya, kondisi ini dipengaruhi struktur pasokan energi nasional yang relatif lebih aman.
Arman Hakim Nasution, Minggu, 29 Maret 2026, menjelaskan ketergantungan Indonesia terhadap minyak dari Timur Tengah tergolong rendah. Ia menyebut angkanya hanya sekitar 15 persen.
“Kalau lihat petanya, Indonesia ini ketergantungan minyak BBM hanya 15 persen dari Timur Tengah,” ujarnya. Menurut Arman, kondisi tersebut berbeda dengan negara seperti Filipina yang memiliki ketergantungan lebih tinggi.
Negara itu bahkan bergantung hingga 40 sampai 50 persen pada pasokan dari kawasan Timur Tengah. “Negara seperti Filipina ketergantungan BBM ke Timur Tengah cukup tinggi, yakni 40 sampai 50 persen,” katanya.
Ia menilai sumber pasokan BBM Indonesia relatif lebih aman karena tidak terlalu bergantung pada satu kawasan. Namun, risiko tetap ada jika terjadi gangguan distribusi global.
Arman mencontohkan potensi gangguan di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi pasokan minyak dunia. Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya akan dirasakan banyak negara.
“Kalau Timur Tengah terbanning oleh Selat Hormuz, dalam jangka waktu tidak lama kejadiannya akan sama,” ucapnya. Arman menjelaskan mekanisme pasar global tetap akan memengaruhi harga BBM di dalam negeri.
Kenaikan harga minyak dunia akan berdampak pada seluruh negara, termasuk Indonesia. “Dari sisi ekonomi supply dan demand, ketika harga minyak dunia naik, pada akhirnya semua akan terdampak,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun Indonesia tidak terlalu bergantung pada minyak Timur Tengah, harga tetap akan mengikuti pasar global. Kondisi ini juga berlaku untuk pasokan dari kawasan lain seperti Afrika.
“Yang biasanya beli BBM dari Afrika pun pasti akan naik, ujung-ujungnya sama, yakni kenaikan,” ujarnya. Arman menegaskan kenaikan harga paling terasa biasanya terjadi pada sektor avtur.
Hal ini disebabkan sensitivitas tinggi terhadap fluktuasi harga minyak dunia. “Terutama untuk BBM avtur, dampaknya akan lebih terasa,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....