Pentingnya HPP untuk Bisnis Sehat
- 18 Mar 2026 12:28 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Memahami penetapan Harga Pokok Produksi (HPP) menjadi kunci penting dalam mewujudkan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang kerap menjalankan usaha tanpa perhitungan biaya yang matang. Hal ini mengemuka dalam siaran Pro 4 FM 96,8 RRI Surabaya yang menghadirkan narasumber Ester Sabarin, S.Ak., M.Ak., Dosen Tetap D3 Fakultas Bisnis UKWMS.
Dalam perbincangan tersebut, Ester Sabarin menegaskan bahwa banyak pelaku usaha belum menyadari pentingnya menghitung biaya produksi secara menyeluruh. “Tanpa perhitungan yang memadai, pelaku usaha tidak mengetahui apakah usahanya benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru merugi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Harga Pokok Produksi merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk hingga siap dijual. “HPP menjadi dasar utama dalam menentukan harga jual. Tanpa HPP, pelaku usaha tidak memiliki acuan yang jelas,” katanya.
Lebih lanjut, Ester menekankan bahwa HPP bukan sekadar angka perhitungan. “HPP bukan hanya alat hitung, tetapi juga alat kontrol dan evaluasi usaha,” jelasnya dalam siaran tersebut.
Dalam praktiknya, terdapat tiga komponen utama dalam HPP, yakni biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Ia menyoroti bahwa banyak pelaku usaha hanya menghitung bahan baku dan mengabaikan komponen lainnya.
“Yang sering terjadi, biaya tenaga kerja dan overhead seperti listrik, gas, atau kemasan tidak dimasukkan. Padahal akumulasi biaya kecil ini bisa berdampak besar,” ungkap Ester.
Untuk mempermudah pemahaman, ia memberikan ilustrasi sederhana produksi kue sebanyak 10 kotak dengan total biaya produksi sebesar Rp200.000 yang terdiri dari bahan baku Rp100.000, tenaga kerja Rp50.000, dan overhead Rp50.000.
Dari perhitungan tersebut, diperoleh HPP per kotak sebesar Rp20.000. “Ini adalah batas minimum. Jika dijual di bawah angka tersebut, maka pelaku usaha akan mengalami kerugian,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika produk dijual seharga Rp20.000, maka usaha hanya mencapai titik impas. “Untuk mendapatkan keuntungan, harga jual harus lebih tinggi, misalnya Rp25.000 atau Rp30.000,” ujarnya.
Menjawab pertanyaan umum, Ester menegaskan bahwa usaha skala kecil justru sangat membutuhkan perhitungan HPP. “Margin usaha kecil biasanya terbatas, sehingga kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap keuntungan,” katanya.
Terkait biaya yang tidak tetap seperti listrik, ia menyarankan penggunaan estimasi. “Prinsipnya bukan harus sangat presisi, tetapi ada kesadaran untuk memasukkan seluruh komponen biaya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tenaga kerja sendiri tetap perlu dihitung untuk menilai kelayakan usaha.
Di akhir perbincangan, Ester menyimpulkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh banyaknya penjualan, tetapi juga kemampuan mengelola biaya. “Dengan memahami HPP, pelaku usaha dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan menjaga keberlanjutan usahanya,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....