Evolusi Marketing 1.0 sampai 7.0, dari Produk hingga Perubahan
- 23 Feb 2026 08:23 WIB
- Surabaya
RRI.co.id, Surabaya - Dunia pemasaran terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Dari Marketing 1.0 hingga Marketing 7.0, perjalanan ini mencerminkan bagaimana bisnis belajar memahami manusia, bukan hanya pasar.
Marketing 1.0: Ketika Produk Menjadi Raja (Era 1950–1960-an) - Pada fase awal, pemasaran berfokus pada produksi massal. Perusahaan berlomba menciptakan produk terbaik dan menjualnya seluas mungkin. Konsumen dipandang sebagai pembeli pasif. Menurut buku Marketing 3.0 karya Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan, Marketing 1.0 berorientasi pada produk (product-centric), dengan tujuan utama menjual sebanyak mungkin hasil produksi kepada pasar massal.
Marketing 2.0: Konsumen di Pusat Strategi (Era 1970–1980-an) - Memasuki era persaingan yang lebih ketat, perusahaan mulai menyadari pentingnya memahami kebutuhan pelanggan. Fokus bergeser menjadi customer-centric. Masih menurut buku yang sama, Marketing 2.0 menempatkan konsumen sebagai pusat strategi, ditandai dengan segmentasi, targeting, dan positioning yang lebih terarah.
Marketing 3.0: Manusia sebagai Subjek Utama (Awal 2000-an) - Pemasaran kemudian berkembang menjadi lebih humanis. Konsumen dipandang sebagai manusia utuh dengan nilai, aspirasi, dan kepedulian sosial. “Perusahaan tidak lagi sekadar mengejar profit, tetapi juga memperhatikan nilai dan kontribusi sosial,” demikian dijelaskan dalam buku Marketing 3.0. Di fase ini, brand mulai berbicara tentang visi, misi, dan dampak sosial.
Marketing 4.0: Integrasi Online dan Offline (2010-an) - Transformasi digital melahirkan Marketing 4.0. Interaksi tidak lagi terbatas secara fisik. Media sosial, platform digital, dan e-commerce menjadi kanal utama membangun relasi dengan konsumen. Mengutip dari buku Marketing 4.0, pemasaran di era ini memadukan interaksi daring dan luring untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih utuh dan terhubung.
Marketing 5.0: Teknologi untuk Kemanusiaan (2020–2022) - Revolusi berikutnya ditandai dengan pemanfaatan teknologi seperti big data dan kecerdasan buatan. Menurut buku Marketing 5.0, teknologi digunakan untuk memahami perilaku konsumen secara lebih presisi dan menghadirkan solusi yang personal, cepat, serta relevan. Teknologi bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk melayani manusia.
Marketing 6.0: Empati dan Pengalaman Imersif (2023–2024) - Perkembangan berikutnya membawa pemasaran ke level pengalaman yang lebih mendalam. Marketing 6.0 memadukan teknologi dengan empati, menghadirkan pengalaman yang lebih imersif dan emosional. Dilansir dari laman resmi Marketeers, evolusi ini menekankan pentingnya koneksi emosional antara brand dan konsumen di tengah dunia yang semakin terdigitalisasi.
Marketing 7.0: Purpose dan Perubahan (2025–sekarang) - Konsep terbaru diperkenalkan melalui buku Marketing 7.0 karya Hermawan Kartajaya. Dilansir dari laman resmi Marketeers, Marketing 7.0 menekankan peran teknologi sebagai katalis untuk menciptakan perubahan yang lebih luas. Brand tidak hanya membangun relasi dengan konsumen, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan. “Marketing kini bukan hanya soal menjual, tetapi tentang bagaimana bisnis memberi makna,” tulis Hermawan Kartajaya dalam pemaparannya mengenai Marketing 7.0.
Evolusi dari Marketing 1.0 hingga 7.0 menunjukkan bahwa pemasaran bukan lagi sekadar strategi menjual produk, melainkan cara membangun hubungan, nilai, dan makna bersama masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....