Pemkot Surabaya Gandeng 38 Hotel Serap Produk UMKM

  • 06 Feb 2026 16:54 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menjalin sinergi dengan sektor perhotelan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (NKB) bersama 38 hotel di Balai Kota Surabaya, Jumat, 6 Februari 2026.

Kerja sama bertajuk Peningkatan Perekonomian Melalui Pemenuhan Kebutuhan Usaha dan Tenaga Kerja pada Hotel tersebut mendorong pemanfaatan produk UMKM dan tenaga kerja lokal. Kebutuhan operasional hotel dipasok warga Surabaya, mulai bahan pangan hingga perlengkapan kamar.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak pelaku usaha, khususnya perhotelan, untuk bersinergi memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya manfaat investasi bagi warga sekitar.

“Saya ingin investasi ini bermanfaat untuk warga. Hotel juga bisa menjadi media promosi kegiatan Surabaya,” ujar Eri. Ia menambahkan kolaborasi dibutuhkan untuk meningkatkan okupansi pascapandemi.

Dalam NKB tersebut, hotel berkomitmen menyerap kebutuhan logistik dari UMKM Surabaya. Komoditas meliputi daging sapi, daging ayam, telur, sayuran, buah, hingga perlengkapan hotel seperti slipper.

Berdasarkan rekapitulasi, potensi kebutuhan hotel per bulan tergolong besar. Di antaranya 5,6 ton daging ayam, 600 kilogram daging sapi, 4,7 ton sayuran, 12 ton buah, 3.200 liter susu, dan 39.000 pasang slipper.

Selain itu, hotel membutuhkan 8 ton telur, 3,5 ton beras, 4,3 ton gula, dan 2,6 ton minyak goreng setiap bulan. “Kebutuhan ini menjadi peluang besar UMKM Surabaya untuk naik kelas,” imbuh Eri.

Eri mendorong dinas terkait melakukan kurasi dan pelatihan agar UMKM memenuhi standar hotel. Menurutnya, negara harus hadir membantu warga meningkatkan kualitas produk.

“Sekarang tinggal kemampuan kita memenuhi standar. Pemerintah wajib membantu warga agar produknya layak bersaing,” tegasnya.

Ia menambahkan kerja sama ini merupakan langkah konkret menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Upaya tersebut diarahkan untuk pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi.

“Saya berharap kolaborasi ini menciptakan iklim investasi yang aman dan nyaman. Dengan begitu, ekonomi masyarakat terus bergerak,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PHRI Jawa Timur Puguh Sugeng Sutrisno menyambut positif kerja sama tersebut. Ia mengapresiasi komitmen Pemkot Surabaya terhadap penguatan UMKM.

Puguh juga mengapresiasi dukungan Pemkot terkait revisi UMSK Surabaya 2026. Kebijakan tersebut dinilai membantu stabilitas finansial industri perhotelan.

“Terima kasih atas dukungan Pemkot Surabaya. Ini memberi ruang bagi hotel untuk terus bersinergi dengan UMKM,” ujar Puguh.

Penandatanganan NKB ini merupakan tahap awal yang melibatkan hotel bintang dua hingga bintang lima. Ke depan, jumlah hotel akan bertambah seiring kesiapan pasokan UMKM lokal. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....