Misi Dagang Jatim-Jateng Catat Komitmen Transaksi Rp3 Triliun

  • 30 Jan 2026 17:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Perdana Tahun 2026 Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Misi Dagang Jatim-Jateng ini berhasil mencatatkan total komitmen transaksi sebesar Rp3.152.408.358.000.

Misi dagang menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring konektivitas perdagangan, memperluas pasar domestik, serta mendorong integrasi rantai pasok antarwilayah. Hal ini sebagai bagian dari penguatan ekonomi regional.

“Matur nuwun semuanya, ini menjadi sinergi yang luar biasa. Dari business matching yang dilakukan, terlihat adanya kebutuhan yang bersifat komplementer,” kata Khofifah pada Jumat, 30 Januari 2026.

“Jawa Timur membutuhkan produk dari Jawa Tengah, demikian pula sebaliknya. Alhamdulillah, hingga pukul 17.00 WIB nilai transaksi telah menembus Rp3,152 triliun lebih,” ungkapnya.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa nilai total transaksi tersebut terdiri atas Jatim Jual sebesar Rp2.759.547.585.000,-, Jatim Beli Rp296.860.773.000,-, dan Jatim Investasi sebesar Rp 96.000.000.000,-.

Pola transaksi dua arah ini memperkuat integrasi pasar domestik sekaligus mengoptimalkan muatan berangkat dan muatan balik antarwilayah. Terkait Jatim investasi yaitu pembangunan perumahan.

“Produk yang diperdagangkan dalam misi dagang ini mencerminkan kekuatan dan kebutuhan masing-masing daerah,” ujar Khofifah.

Misi dagang ini sekaligus ikhtiar Jatim dalam mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. Selain itu juga memperkuat perdagangan dalam negeri, serta mendukung substitusi impor, khususnya dalam pemenuhan bahan baku industri.

“Misi dagang berkelanjutan ini menjadi instrumen penting untuk memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha penjual dan pembeli, baik melalui skema government to business maupun business to business, agar potensi kerja sama dan transaksi dapat terbangun secara lebih efektif,” ujar Khofifah.

Dalam konteks penguatan kerja sama konkret tersebut, produk unggulan Jawa Timur yang mengalir ke Jawa Tengah didominasi sektor peternakan, pangan, industri pengolahan, perikanan, perkebunan, hingga hasil kehutanan.

Sebagai penguatan sinergi dan kolaborasi antarwilayah, misi dagang Jatim–Jateng ini juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar-OPD serta organisasi dunia usaha dari kedua provinsi.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....