Bambang Sulistomo, Putra Bung Tomo yang Ramah

  • 01 Des 2024 08:40 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Ramah dan Bersahaja, itulah kesan pertama yang didapat saat bertemu Bambang Sulistomo, yang merupakan putra pahlawan nasional Sutomo atau lebih dikenal sebagai Bung Tomo. Tidak mudah mengemban nama besar sang ayah sebagai pahlawan nasional, beban di pundak Bambang Sulistomo tentu berbeda jika tidak bisa meneladani sang ayah.

Sebagai anak Bung Tomo, Bambang Sulistomo menceritakan bagaimana dulu sang ayah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia di Surabaya, khususnya pada pertempuran 10 November di Surabaya, dalam program Momins atau Momen Inspirasi, yang disiarkan di Pro 1 RRI Surabaya, Sabtu (30/11/2024).

"Saya dulu ketika diajak bapak untuk bertemu dengan pejabat atau orang penting, saya sering sembunyi," akunya sambil tertawa.

Tidak hanya mengemban nama sang ayah. Peran Ibu, yakni Sulistina Sutomo, juga tidak bisa dilepaskan dari perjuangan dalam melawan penjajah.

"Ibu saya dulu anggota PMR (Palang Merah Remaja) yang kebetulan juga beliau merupakan angkasawan RRI. Nah dulu di sini (RRI Surabaya) terjadi pertempuran dan pengeboman besar-besaran. Bapak saya menceritakan, dulu juga ikut lari-lari bersama dengan para pejuang lainnya, dengan membawa pemancar radio. Nah, saat itu, ketemulah Ibu saya dengan Bapak saya. Bapak saya berorasi, baik di medan perang dan juga di radio. Sementara Ibu saya, mengobati para pejuang yang terluka," ucapnya mengenang.

Sementara itu, dalam kiprahnya, saat ini Bambang Sulistomo, menjadi Ketua Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. Ia kini tengah mengemban pendidikan doktoralnya di bidang hukum.

"Tidak mudah ternyata sekolah di usia lanjut begini," katanya.

Sejak muda hingga saat ini, Bambang Sulistomo, tidak pernah berhenti berbuat untuk rakyat, salah satunya dengan cara melawan ketidakadilan, melawan kemiskinan dan melawan pembodohan.

"Saat ini tantangan yang dihadapi adalah era digitalisasi. Untuk itu, jejak digital ini sangat berpengaruh. Jika ada pemimpin atau calon pemimpin yang maju dalam kontentasi Pemilu, maka yang dilihat dulu adalah jejak digital. Nah, ini tidak bisa dibohongi. Apabila buruk ya tentunya akan memengaruhi citra seorang pemimpin," ujarnya.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....