Hari Batik Nasional, Khofifah Ajak Masyarakat Lestarikan Batik
- 02 Okt 2026 08:47 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan Hari Batik Nasional sebagai momentum melestarikan batik Indonesia. Menurutnya, peringatan 2 Oktober bukan sekadar mengenakan batik, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya.
Khofifah mengatakan batik memiliki cerita, filosofi, teknik, dan keterampilan yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, masyarakat perlu memahami nilai budaya di balik batik yang dikenakan.
| Baca juga: Kebaya, Tradisi yang Terus Hidup |
“Batik memiliki cerita yang bisa kita hadirkan melalui banyak cara. Masyarakat tidak hanya menikmati keindahannya, tetapi juga mengenal proses dan filosofi di baliknya,” katanya.
Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober untuk mengingat pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia pada 2009. Batik Indonesia masuk dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO.
“Pengakuan dunia tersebut perlu kita jaga melalui pewarisan pengetahuan dan keterampilan membatik. Status sebagai warisan budaya harus diwujudkan agar tradisi ini tetap hidup dan berkembang,” ucapnya.
Khofifah juga mendorong masyarakat mendukung para perajin dengan menggunakan dan membeli produk batik. Menurutnya, keberlanjutan batik membutuhkan peran generasi penerus.
“Di balik selembar batik ada keterampilan, ketelatenan, dan penghidupan keluarga. Karena itu, mari kita menghargai karya perajin dan membantu memperkenalkannya,” kata Khofifah.
Ia mengajak generasi muda ikut melestarikan batik melalui pembelajaran, pengembangan desain, dan promosi digital. “Selamat Hari Batik Nasional, mari kita kenakan batik dengan bangga, kenali prosesnya, dan dukung para perajin,” ucap Khofifah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....