Hari Kartini, Perempuan Gubeng Luncurkan Batik Gasing
- 21 Apr 2026 17:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Momentum Hari Kartini dimanfaatkan warga Kampung Gasing RW 1 Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng untuk mengangkat potensi lokal melalui peluncuran Batik Gasing. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol pemberdayaan perempuan dalam menggerakkan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Acara launching digelar di Kantor Kecamatan Gubeng, Selasa 21 April 2026, dengan rangkaian kegiatan mulai dari demo masak, pemilihan Fashion Putri Batik Gasing, hingga peresmian batik khas kampung tersebut. Seluruh proses produksi batik ini melibatkan perempuan setempat.
Pendamping Batik Gasing RW 1 Kelurahan Airlangga, Wiwiek Hepi Yono, mengatakan kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga, khususnya kaum perempuan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan kebudayaan lokal, terutama Batik Gasing sebagai karya asli kebanggaan warga Gubeng. Selain itu, kami juga ingin mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat,” ujar Wiwiek saat dihubungi, Selasa.
Menurutnya, Batik Gasing bukan sekadar produk kerajinan, tetapi juga bentuk nyata kontribusi perempuan dalam menjaga warisan budaya bangsa. Ia menilai momen Hari Kartini menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi berbasis kreativitas.
“Semangat Kartini ini kami wujudkan melalui karya. Perempuan tidak hanya berbicara soal emansipasi, tetapi juga mampu berkarya dan mandiri secara ekonomi lewat batik,” jelasnya.
Sebanyak 22 pembatik yang seluruhnya merupakan perempuan terlibat dalam produksi Batik Gasing. Mereka berasal dari lingkungan setempat dan diberdayakan secara langsung dalam proses pembuatan hingga pemasaran.
Camat Gubeng, Eko Kurniawan, yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi inisiatif warga dalam mengembangkan potensi lokal. Ia menilai Batik Gasing dapat menjadi identitas baru sekaligus penggerak ekonomi di wilayahnya.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Harapannya Batik Gasing bisa berkembang lebih luas, tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih besar,” kata Eko.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya Ajeng Wira Wati, tokoh masyarakat, serta pelaku UMKM setempat. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pengembangan batik lokal berbasis komunitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....