Begini Tahapan Lomba Kampung Pancasila Surabaya, 1.360 RW Dinilai 4 Pilar

  • 17 Sep 2026 14:45 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • 1.360 RW wajib daftar Lomba Kampung Pancasila 2026 via aplikasi Sayang Warga setelah peluncuran 17 Sep hingga 20 Sep 2026 dengan self-assessment dan bukti dokumentasi lapangan.
  • Tahapan selanjutnya adalah verifikasi lapangan pada 30 September - 5 Oktober 2026 untuk menentukan 500 besar, kemudian 200 besar diumumkan akhir Oktober.
  • Penilaian Lomba Kampung Pancasila menggunakan empat pilar, yakni lingkungan, ekonomi, sosial budaya, dan kemasyarakatan.

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemkot Surabaya menyiapkan tahapan berjenjang Lomba Kampung Pancasila 2026 yang melibatkan 1.360 RW. Lomba diluncurkan di Balai Kota Surabaya, malam nanti, Kamis, 17 September 2026.

Ketua Satgas Kampung Pancasila Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan setelah peluncuran, seluruh RW wajib mendaftar melalui aplikasi Sayang Warga atau sayangwarga.surabaya.go.id hingga 20 September 2026. "RW tidak hanya mengisi self-assessment, tetapi juga perlu menyiapkan data, dokumentasi, dan bukti dukung yang menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan," ujar Irvan.

Tahapan selanjutnya adalah verifikasi lapangan pada 30 September - 5 Oktober 2026 untuk menentukan 500 besar, kemudian 200 besar diumumkan akhir Oktober. Dari 200 besar, 35 RW terbaik memperebutkan hadiah utama Rp15-30 juta sesuai klasifikasi jumlah RT, sementara 165 RW lainnya mendapat bantuan masing-masing Rp10 juta.

Sekretaris DLH Kota Surabaya, Maria Agustin Yuristina, menjelaskan penilaian menggunakan 4 pilar: lingkungan (35%) dengan 8 indikator seperti bank sampah dan kerja bakti, ekonomi (35%) 9 indikator termasuk kemandirian dan kepedulian sosial, serta sosial budaya (15%) dan kemasyarakatan (15%) yang menilai siskamling, jam malam anak, dan penanganan stunting.

"1.360 RW dan semua RT yang ada di dalam RW tersebut otomatis juga ikut dalam Lomba Kampung Pancasila ini," kata Maria.

Maria menjelaskan, kampung yang telah mencapai kondisi zero stunting tetap perlu menjaga capaian tersebut melalui langkah-langkah pencegahan, termasuk perhatian terhadap ibu hamil. "Di RW itu sudah zero stunting, berarti yang diperhatikan adalah mengenai ibu hamilnya. Jangan sampai ibu hamil nanti melahirkan anak yang stunting," katanya.

Penilaian melibatkan akademisi ITS dan Unair, komunitas lingkungan, ekonomi, pemuda, serta TP PKK Kota Surabaya. Lomba ini bukan sekadar mencari juara, tapi mendorong implementasi nilai Pancasila yang nyata, partisipatif, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....