RRI Surabaya Gelar Klenengan Live Pro 4 Bersama Paguyuban Karawitan Puspitasari

  • 20 Jun 2026 13:18 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ruang Kesenian Mahameru RRI Surabaya kembali menggelar Klenengan Live Pro 4, Sabtu, 20 Juni 2026. Acara itu menghadirkan Paguyuban Karawitan Puspitasari Surabaya sebagai pengisi utama.

Siaran langsung tersebut menyuguhkan berbagai gending Jawa kepada pendengar. Kegiatan juga menjadi ruang refleksi tentang keberlangsungan karawitan di Surabaya.

Penyiar RRI, Lia dan Purbandari, memandu sesi wawancara bersama narasumber. Mereka menghadirkan pimpinan dan penasihat Paguyuban Karawitan Puspitasari.

Narasumber yang hadir ialah Wimboyono sebagai pimpinan paguyuban. Hadir pula Bambang Sukmo Pribadi dan Suwarno sebagai penasihat garap gendhing.

Wimboyono menilai konsistensi menjadi tantangan utama pelestarian seni tradisi. Menurutnya, banyak organisasi budaya belum mampu bertahan dalam jangka panjang.

"Saat ini memang ada beberapa organisasi kebudayaan, tetapi sering muncul lalu tenggelam lagi," katanya. Ia berharap berbagai pihak mengupayakan keberlangsungan organisasi budaya.

Suwarno juga menyoroti berkurangnya aktivitas sejumlah paguyuban karawitan di Surabaya. Ia menyebut faktor usia dan wafatnya pengurus menjadi penyebab utama.

"Sebagian besar pengurusnya juga sudah banyak yang meninggal dunia," ujarnya. Kondisi itu membuat regenerasi organisasi berjalan semakin berat.

Suwarno mengenang masa kejayaan karawitan di kawasan Diponegoro. Saat itu, lima hingga enam kelompok rutin berlatih setiap akhir pekan.

Menurutnya, suasana latihan dahulu sangat hidup dan produktif. Berbagai kelompok karawitan aktif menggelar pertemuan dan latihan bersama.

Untuk menjaga semangat pelaku seni, Puspitasari menghadirkan konsep "piknik batin". Konsep tersebut menghadirkan gending dengan karakter lebih dinamis.

Bambang Sukmo Pribadi mengatakan konsep itu mengurangi kejenuhan pelaku maupun penikmat. "Garapannya dibuat dinamis agar tidak mudah bosan," katanya.

Kolaborasi RRI Surabaya dan Paguyuban Karawitan Puspitasari diharapkan membangkitkan gairah karawitan. Upaya itu juga mendukung pelestarian budaya Jawa lintas generasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....