Makna dan Tradisi Lebaran Ketupat di Jawa Timur

  • 27 Mar 2026 20:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui akun Instagram resminya @jatimpemprove membagikan informasi mengenai makna dan ragam tradisi Lebaran Ketupat di berbagai daerah. Tradisi ini menjadi bagian penting dari perayaan Idulfitri yang masih dilestarikan masyarakat hingga saat ini.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa ketupat memiliki makna filosofis yang mendalam. Berdasarkan penjelasan, kata “ketupat” diyakini berasal dari kata “papat” yang merujuk pada rukun Islam keempat, yakni puasa Ramadan. Sementara dalam budaya Jawa, kupat dimaknai sebagai akronim dari “laku papat” atau empat tindakan utama setelah Ramadan.

Empat tindakan tersebut meliputi Lebaran yang berarti usai berpuasa, Luberan yang bermakna berbagi rezeki, Leburan yaitu saling memaafkan untuk menghapus dosa, serta Laburan yang berarti menjaga kesucian lahir dan batin. Oleh karena itu, ketupat menjadi simbol penyucian diri, ampunan, dan harapan baru.

Selain makna filosofis, unggahan tersebut juga menampilkan beragam tradisi unik di beberapa daerah Jawa Timur. Di Madura, terdapat tradisi Tellasan Topak atau Tellasan Pettok yang digelar pada hari ketujuh Syawal. Tradisi ini dikenal sebagai “Lebaran Kedua” dan menjadi penanda selesainya puasa sunah Syawal.

Sementara di Pasuruan, masyarakat merayakan Lebaran Ketupat dengan lomba skilot, yakni balapan di area berlumpur yang memacu adrenalin dan kebersamaan. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan wisatawan yang ingin merasakan kemeriahan suasana.

Di daerah lain seperti Trenggalek, Gresik, dan Jember, perayaan Lebaran Ketupat juga tak kalah meriah. Mulai dari pawai ta’aruf, tradisi Lebaran Kauman, hingga pawai pegon dengan gerobak hias yang diiringi makan bersama. Ragam tradisi ini menunjukkan kekayaan budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga di Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....