Sejarah Pasar Kembang, dari Sentra Bunga hingga Pusat Jajanan Tradisional

  • 21 Agt 2026 21:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pasar Kembang merupakan salah satu pasar tradisional yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan perdagangan di Kota Surabaya. Meskipun saat ini lebih dikenal sebagai pusat grosir kue basah dan jajanan tradisional, nama “Pasar Kembang” sebenarnya berkaitan dengan aktivitas perdagangan bunga yang telah berlangsung sejak masa lalu.

Mengutip dari laman Rek Ayo Rek, rekayorek.id, Pasar ini sudah ada sejak tahun dengan nama Pasar kembang, sebagaimana tertulis pada peta Surabaya tahun 1940 terbitan Het Woningbureau Versluis NV Soerabaja sebagaimana dapat diakses melalui oldmapsonline dan menjadi koleksi institusi Universitas Leiden, Belanda. Pasar lama tersebut berada di sekitar pertemuan Jalan Pasar Kembang dan Jalan Diponegoro, tepatnya di kawasan yang kini berada di bawah jembatan layang Kupang atau Pasar Kembang.

Pasar tersebut menjadi salah satu lokasi kegiatan perdagangan masyarakat Surabaya sebelum Indonesia merdeka.

Aktivitas perdagangan bunga di kawasan Pasar Kembang sudah berlangsung sebelum tahun 1950-an. Pada masa tersebut, wilayah di sekitar pasar masih memiliki area pemakaman yang luas hingga kawasan Putat Jaya. Kondisi tersebut mendorong munculnya pedagang bunga yang menyediakan kembang untuk keperluan ziarah kubur. Dari aktivitas inilah nama Pasar Kembang semakin dikenal oleh masyarakat.

Pada awal perkembangannya, Pasar Kembang tidak hanya menjadi tempat perdagangan bunga. Pedagang juga menjual buah dan hasil pertanian dari kawasan sekitar, termasuk hasil panen masyarakat Petemon dan Kedung Anyar. Seiring perkembangan kawasan kota, aktivitas perdagangan di pasar tersebut semakin beragam.

Memasuki sekitar tahun 1970, kompleks bangunan pasar mulai berkembang lebih permanen. Para pedagang bunga yang sebelumnya berjualan di lapak-lapak sekitar kawasan kemudian menempati bangunan pasar. Pedagang kebutuhan sehari-hari seperti sayur, buah, dan kebutuhan pokok juga turut mengisi pasar tersebut.

Penelitian Universitas Airlangga mengenai Pasar Kembang periode 1978–1981 mencatat adanya proses integrasi sejumlah pasar di kawasan tersebut melalui pembangunan gedung baru dan pemindahan pedagang ke dalam satu lokasi. Perkembangan tersebut membuat Pasar Kembang tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli bunga, tetapi juga menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat di Surabaya.

Pasar Kembang juga pernah memiliki fasilitas hiburan berupa bioskop. Keberadaan bioskop membuat kawasan pasar menjadi lebih ramai karena aktivitas perdagangan dan hiburan berlangsung dalam satu kompleks. Namun, keberadaan bioskop tersebut tidak bertahan selamanya dan akhirnya berhenti beroperasi ketika jumlah penonton semakin berkurang.

Setelah bioskop tidak lagi digunakan, lantai atas bangunan pasar sempat kosong. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu faktor yang membuka peluang bagi berkembangnya aktivitas perdagangan kue dan jajanan tradisional di Pasar Kembang.

Perubahan paling menarik dalam sejarah Pasar Kembang terjadi ketika para pedagang kue mulai menempati kawasan tersebut. Pada awalnya, pedagang kue berjualan di pinggir jalan dan jumlahnya belum sebanyak sekarang. Pada 2008, Paguyuban Pedagang Kue Surabaya (PPKS) mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Surabaya agar pedagang kue dapat menggunakan lantai dua bangunan Pasar Kembang. Permohonan tersebut kemudian disetujui.

Pada 28 Mei 2009, kawasan tersebut kemudian diresmikan sebagai pasar kue. Sejak saat itu, Pasar Kembang semakin dikenal sebagai salah satu sentra jajanan tradisional di Surabaya. Berbagai jenis kue basah dan jajanan pasar dijual dalam jumlah besar, sehingga pasar ini tidak hanya didatangi konsumen biasa tetapi juga pedagang yang melakukan kulakan untuk dijual kembali.

Hingga kini, aktivitas perdagangan di Pasar Kembang sudah dimulai sejak dini hari. Pengunjung dapat menemukan beragam jajanan tradisional seperti lemper, pastel, klepon, nagasari, serta berbagai jenis roti dan makanan ringan lainnya. Pasar Surya juga mencatat bahwa sebagian besar pembeli datang untuk membeli jajanan dalam jumlah banyak atau grosir.

Sejarah Pasar Kembang menunjukkan bagaimana sebuah kawasan perdagangan dapat berubah mengikuti perkembangan masyarakat dan kota. Dari kawasan yang dahulu dikenal karena perdagangan bunga, pasar ini berkembang menjadi pasar dengan beragam komoditas, sempat menjadi tempat hiburan, kemudian tumbuh sebagai sentra perdagangan kue dan jajanan tradisional.

Keberadaan Pasar Kembang juga memperlihatkan pentingnya pasar tradisional bagi perekonomian masyarakat. Para pedagang tidak hanya melayani pembeli dari Surabaya, tetapi juga menjadi pemasok jajanan bagi pedagang dari wilayah sekitar. Karena itu, Pasar Kembang bukan sekadar tempat berbelanja, melainkan bagian dari perjalanan sejarah ekonomi dan kuliner Kota Surabaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....