Genjer, Sayuran Tradisional yang Kaya Manfaat dan Sarat Sejarah

  • 20 Mei 2026 15:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Genjer merupakan salah satu sayuran tradisional Indonesia yang tumbuh liar di area persawahan, rawa, dan perairan dangkal. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Limnocharis flava ini sering dianggap sebagai tumbuhan liar, padahal genjer memiliki nilai gizi tinggi dan telah lama menjadi bagian penting dari kuliner masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Genjer memiliki daun hijau berbentuk oval dengan tangkai panjang dan bunga kecil berwarna kuning. Bagian yang biasa dikonsumsi adalah daun muda dan batangnya. Sayuran ini biasanya diolah menjadi tumis genjer, pecel, bobor, hingga lalapan.

Di beberapa daerah, genjer dikenal sebagai makanan rakyat karena mudah ditemukan dan murah. Mengutip dari laman Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Demak, bkpsdm.demakkab.go.id, Pada masa penjajahan Jepang dan krisis pangan tahun 1930-an, genjer bahkan menjadi penyelamat masyarakat dari kelaparan. Pada masa itu masyarakat hanya mampu menyantap genjer sebagai lauk.

Meskipun sederhana, genjer mengandung berbagai nutrisi penting bagi tubuh. Dalam 100 gram terkandung 62 mg kalsium yang baik untuk tubuh. Di dalam sayur genjer terdapat karbohidrat, protein, serat, kalium, serta sejumlah vitamin dan mineral.

Kandungan seratnya membantu melancarkan saluran pencernaan, sementara kalium bermanfaat menjaga tekanan darah. Selain itu, genjer juga dikenal rendah kalori sehingga cocok dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.

Sayur Genjer ini memiliki kandungan gizi yang tidak kalah tinggi dengan jenis sayuran hijau lainnya. Sejumlah manfaat genjer bagi kesehatan tubuh, diantaranya : Mengatasi Anemia, Meremajakan Sel-Sel Tubuh, Menyehatkan Gigi, tulang, dan Osteoporosis, Menurunkan Kadar Gula Darah, Menyembuhkan Luka, Berperan Sebagai Antibiotik, Menambah Selera Makan, dan memperlancar saluran pencernaan.

Genjer tidak hanya dikenal sebagai sayuran, tetapi juga memiliki nilai budaya dan sejarah. Lagu daerah “Genjer-Genjer” dari Banyuwangi pernah sangat populer pada masa Orde Lama. Lagu tersebut menggambarkan kehidupan rakyat kecil yang memanfaatkan genjer sebagai makanan sehari-hari saat masa sulit.

Namun setelah peristiwa G30S tahun 1965, genjer sempat mendapat stigma negatif karena lagu tersebut dikaitkan dengan PKI. Tetapi, kini pamor genjer mulai berubah, saat ini masyarakat mulai melihat genjer kembali sebagai warisan kuliner tradisional yang bernilai tinggi. genjer menjadi hidangan rumahan yang masih banyak digemari karena rasanya khas dan teksturnya lembut setelah dimasak.

Berbagai daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam mengolah genjer. Salah satu yang paling terkenal adalah tumis genjer dengan bawang putih, cabai, dan terasi. Ada juga genjer yang dimasak dengan tauco atau santan.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Genjer merupakan bukti bahwa tanaman liar pun dapat memiliki manfaat besar bagi kesehatan dan budaya masyarakat. Selain kaya nutrisi, genjer juga menyimpan sejarah panjang perjalanan rakyat Indonesia. Di tengah tren makanan sehat dan kembali ke pangan lokal, genjer layak mendapat perhatian lebih sebagai sayuran tradisional yang murah, bergizi, dan mudah diolah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....