Pariwisata Massal Ancam Ruang Hidup dan Kelestarian Budaya Tengger

  • 15 Agt 2026 20:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pertumbuhan pariwisata di kawasan Tengger menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian dalam rangkaian kegiatan “Dari Tengger untuk Dunia: Yadnya Karo, Kalender Tengger dan Ruang Hidup” yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya, 15–16 Agustus 2026, di Wisma Jerman Surabaya. Pariwisata massal dinilai perlu diikuti perhatian serius terhadap kelestarian lingkungan, ruang hidup masyarakat adat, serta keberlangsungan budaya Tengger.

Jika tidak dikelola secara berkelanjutan, perkembangan pariwisata berpotensi memberikan tekanan terhadap lingkungan sekaligus menggeser nilai-nilai budaya masyarakat setempat.

Direktur Eksekutif Yayasan Arek Lintang (Alit) Indonesia Yuliati Umrah mengatakan, persoalan Tengger tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, tetapi juga bagaimana masyarakat luas memahami dan menghargai budaya serta ruang hidup masyarakat adat.

“Yang penting adalah bagaimana perkembangan pariwisata tetap memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk menjaga budaya dan lingkungannya,” ujarnya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pameran foto “Dari Tengger untuk Dunia” di Wisma Jerman Surabaya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Melalui kegiatan tersebut, AJI Surabaya mempertemukan jurnalis, masyarakat adat Tengger, akademisi, budayawan, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil untuk membahas berbagai persoalan Tengger.

Rangkaian acara meliputi pameran foto “Dari Tengger untuk Dunia”, diskusi tentang Yadnya Karo dan representasi masyarakat adat di media, diskusi mengenai masa depan Tengger di tengah pariwisata massal dan kerusakan lingkungan, serta forum jejaring “Urun Rembug untuk Tengger”.

Kegiatan yang berlangsung di Wisma Jerman, Surabaya, tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat perlindungan masyarakat adat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan Tengger.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....