Jeruk Shatang Madu, Si Manis Kaya Nutrisi

  • 29 Mei 2026 13:22 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Jeruk Shatang Madu atau lebih dikenal sebagai jeruk Santang Madu atau lebih populer dengan sebutan jeruk madu merupakan salah satu varietas jeruk unggulan yang banyak digemari masyarakat. Buah ini terkenal karena rasanya yang sangat manis, segar, dan memiliki aroma khas citrus yang harum.

Selain nikmat dikonsumsi langsung, jeruk ini juga memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan serta peluang ekonomi yang menjanjikan di sektor agribisnis. Jeruk Shatang Madu berasal dari Tiongkok dan termasuk keluarga citrus atau jeruk-jerukan.

Di Indonesia, buah ini semakin populer karena memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan jeruk biasa sehingga sering dijuluki “jeruk madu”. Mengutip dari laman, www.bibitbuahku.com, ciri khas jeruk Shatang Madu antara lain Kulit buah berwarna oranye cerah hingga kuning kehijauan.

Ukuran buah relatif kecil hingga sedang, Kulit agak tebal dan mudah dikupas, Daging buah berwarna orange atau kuning kemerahan, daging buah lebih padat dan lembut, juicy karena memiliki kandungan air yang cukup banyak, sedikit biji, dan Memiliki rasa dominan manis dan menyegarkan.

Karena rasanya yang manis dan menyegarkan, jeruk ini banyak dikonsumsi sebagai buah meja, bahan jus, campuran salad, hingga pelengkap hidangan penutup.

Jeruk Shatang Madu kaya akan vitamin C, serat, folat, dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.

Kandungan tersebut membantu menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan kulit. Beberapa manfaat jeruk Shatang Madu antara lain : Meningkatkan sistem imun, Menjaga kesehatan pencernaan, Baik untuk kesehatan kulit, Kandungan nutrisi dan antioksidan yang terkandung dalam jeruk shatang madu membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung.

Budidaya jeruk Shatang Madu dinilai cukup menjanjikan karena permintaan pasar terus meningkat. Tanaman ini dapat ditanam di lahan luas maupun dalam pot di pekarangan rumah. Beberapa faktor yang membuat budidaya jeruk ini menarik adalah Harga jual relatif tinggi,

Permintaan pasar stabil, Cocok dibudidayakan di iklim tropis seperti Indonesia, Dapat diolah menjadi berbagai produk seperti jus dan manisan.

Untuk hasil optimal, petani biasanya menggunakan bibit hasil okulasi karena lebih cepat berbuah dan memiliki kualitas lebih baik. Bibit okulasi bahkan dapat mulai produktif dalam waktu sekitar 1–2 tahun.

Jeruk Shatang Madu menjadi salah satu buah favorit karena rasa manisnya yang khas dan kandungan gizinya yang melimpah. Selain bermanfaat bagi kesehatan, buah ini juga memiliki peluang besar di bidang pertanian dan bisnis buah segar.

Dengan perawatan yang tepat, jeruk Shatang Madu dapat menjadi komoditas unggulan yang menguntungkan bagi petani maupun pelaku usaha hortikultura.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....