Perbandingan Jeruk Mandarin Impor vs Jeruk Baby Sintang (Jeruk Lokal Indonesia)

  • 11 Mei 2026 10:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Jeruk merupakan salah satu buah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Dari segala umur pasti sering mengkonsumsinya, terlebih jeruk yang memiliki rasa manis dan segar. Di pasaran, terdapat dua jenis yang sering dibandingkan, yaitu jeruk mandarin impor dan jeruk lokal seperti baby sintang dari Kalimantan Barat.

Perbedaan keduanya tidak hanya terletak pada asal, tetapi juga rasa, tampilan, hingga dampaknya terhadap ekonomi nasional. Jeruk mandarin merupakan buah impor yang banyak berasal dari negara subtropis seperti Tiongkok. Sementara itu, jeruk baby sintang merupakan bagian dari jeruk lokal Indonesia yang tumbuh di Kalimantan Barat.

Mengutip pada website kalbar.brmp.pertanian.go.id yang menyebutkan bahwa Jeruk baby sintang menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan di Kalimantan Barat. Disebut sebagai jeruk baby sintang karena jenis jeruk ini banyak di budidayakan di daerah Sintang Kalimantan Barat.

Walaupun sama–sama buah jeruk, ternyata terdapat perbedaan antara jeruk mandarin impor dan jeruk abby sintang, ditinjau dari segi ciri fisik dan tampilan, jeruk mandarin impor memiliki ciri: warna oranye cerah, kulit tipis dan mudah dikupas serta memiliki tampilan lebih menarik (seragam). Sedangkan jeruk baby sintang: berukuran kecil (baby), memiliki warna hijau kekuningan meski matang serta memiliki bentuk alami dan tidak selalu seragam.

Ditinjau dari segi rasa dan kualitas jeruk mandarin impor: memiliki rasa manis dominan, betekstur lembut dan memiliki konsistensi rasa lebih stabil. Namun jeruk baby sintang: memiliki rasa lebih segar dan variatif (manis-asam), cocok untuk minuman seperti es jeruk serta lebih “fresh” karena distribusi lebih pendek. Dalam praktiknya, jeruk lokal sering dianggap lebih segar karena tidak melalui proses penyimpanan lama seperti buah impor.

Selanjutnya jika ditinjau dari segi harga dan dampak ekonomi, jeruk mandarin impor harganya lebih mahal karena pengaruh biaya impor dan distribusi, sedangkan jeruk baby sintang (lokal) memiliki harga yang jauh lebih murah dan terjangkau serta dapat mendukung petani lokal. Dalam konteks ekonomi, konsumsi jeruk lokal dinilai penting karena membantu meningkatkan kesejahteraan petani dalam negeri.

Secara keseluruhan, jeruk mandarin unggul dalam tampilan dan rasa konsisten, sedangkan jeruk baby sintang unggul dalam kesegaran alami, harga, serta kontribusi terhadap ekonomi lokal Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....