Bumi Sebagai Amanah Ilahi
- 17 Apr 2026 11:50 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID Surabaya - Bumi sebagai amanah Ilahi menjadi salah satu isu penting yang kembali diangkat dalam dialog di RRI Surabaya. Sebagaimana diuraikan oleh Nyai Luluk Humaera, S.Psi., M.Psi., selaku Muballighot Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, dalam dialognya tentang Bumi Amanah Ilahi, manusia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa bumi bukan sekadar tempat tinggal, melainkan titipan dari Allah SWT yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Perspektif Islam memandang bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga merupakan bentuk pelanggaran terhadap amanah Ilahi. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, bahwa manusia dijadikan sebagai khalifah di bumi untuk mengelola dan memakmurkannya.
Konsep manusia sebagai khalifah fil ardh menegaskan bahwa manusia bukanlah pemilik bumi, melainkan pengelola yang bertanggung jawab. Dalam peran tersebut, manusia memiliki tugas untuk memakmurkan bumi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mencegah berbagai bentuk kerusakan lingkungan.
Tanggung jawab ini mencakup pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan demi keberlangsungan generasi mendatang.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Islam memiliki prinsip etika yang kuat dalam menjaga lingkungan hidup. Prinsip tauhid mengajarkan bahwa alam adalah ciptaan Allah yang harus dihormati, sehingga tidak boleh dieksploitasi secara berlebihan.
Selain itu, prinsip keseimbangan atau mizan menegaskan bahwa alam diciptakan dalam keadaan seimbang, sehingga manusia tidak diperbolehkan merusak tatanan tersebut melalui tindakan yang berlebihan.
Prinsip amanah juga menjadi landasan penting dalam menjaga lingkungan. Lingkungan merupakan titipan yang harus dijaga, bukan dihabiskan demi kepentingan sesaat. Dalam hal ini, Islam juga menekankan pentingnya keadilan antar generasi, yaitu memastikan bahwa sumber daya alam tetap tersedia bagi generasi yang akan datang.
"Dengan demikian, menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab saat ini, tetapi juga investasi untuk masa depan." ujarnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui berbagai tindakan sederhana. Di antaranya adalah tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, menghemat air dan energi, serta menanam pohon.
"Tindakan-tindakan tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah yang memiliki nilai pahala di sisi Allah SWT." katanya.
Sementara itu, dalam perspektif Pedoman Tarjih Muhammadiyah, kerusakan lingkungan disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Eksploitasi berlebihan, keserakahan, serta kurangnya kesadaran spiritual menjadi faktor utama yang menyebabkan kerusakan alam. Hal ini berdampak luas, tidak hanya secara ekologis, tetapi juga sosial, kesehatan, hingga spiritual.
Dampak kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini antara lain berupa bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan pemanasan global. Selain itu, kerusakan lingkungan juga dapat memicu konflik sosial akibat perebutan sumber daya, serta meningkatkan risiko penyakit akibat pencemaran. Bahkan secara spiritual, kerusakan alam dapat menjadi peringatan bagi manusia untuk kembali kepada nilai-nilai yang benar.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan langkah-langkah nyata yang melibatkan berbagai pihak. Salah satunya melalui penguatan dakwah lingkungan yang mendorong perubahan perilaku masyarakat. Selain itu, gerakan seperti eco-masjid dan eco-pesantren juga menjadi upaya strategis dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis nilai keagamaan.
Edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah juga menjadi langkah penting, baik melalui pendekatan agama, sosial, maupun ekonomi. Penerapan konsep ekonomi sirkular, yaitu mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang, menjadi solusi yang sejalan dengan prinsip Islam dalam menghindari pemborosan atau israf.
Sebagai penutup, ditegaskan bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari iman dan bentuk ibadah kepada Allah SWT. Manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, setiap upaya kecil dalam menjaga lingkungan akan menjadi amal kebaikan yang bernilai besar di sisi Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....