Prinsip Ekologis Ibadah Qurban

  • 22 Mei 2026 11:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai bentuk ibadah spiritual, tetapi juga memiliki nilai ekologis yang penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Hal tersebut disampaikan Nyai Hj. Nur Hanafiyah, Muballighot Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, dalam kajian bertajuk “Prinsip Ekologis Ibadah Kurban”.

Dalam pemaparannya, Hj. Nur Hanafiyah menjelaskan bahwa manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat lingkungan, termasuk dalam pelaksanaan ibadah kurban.

Menurutnya, hewan kurban merupakan bagian dari ekosistem ciptaan Allah SWT yang harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan penghormatan.

Ia menekankan pentingnya menerapkan prinsip ihsan terhadap hewan kurban, seperti memperlakukan hewan dengan baik, menggunakan alat penyembelihan yang layak, serta tidak memperlihatkan proses penyembelihan kepada hewan lain agar tidak menimbulkan rasa takut dan stres.

" Selain itu pengelolaan limbah kurban secara bijak. Limbah seperti darah dan kotoran hewan diimbau tidak dibuang sembarangan ke saluran air atau Sungai karena dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan gangguan Kesehatan masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, limbah kurban sebaiknya dikelola dengan cara yang lebih ramah lingkungan, seperti dikubur agar dapat terurai secara alami dan menjadi pupuk organik. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari pelaksanaan kurban yang bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Hj. Nur Hanafiyah juga mengajak masyarakat mulai menerapkan konsep eco-qurban dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah pelosok, Kawasan padat penduduk maupun wilayah terdampak bencana.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi pengelolaan daging seperti pengalengan kornet dan rendang kurban juga dapat menjadi Solusi agar distribusi daging lebih tahan lama dan menjangkau daerah rawan pangan.

Melalui kajian tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa ibadah kurban tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga mengandung nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....