Urban Farming Perkotaan, Solusi Membangun Ketahanan Pangan
- 01 Apr 2026 19:11 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Upaya mendorong kemandirian pangan rumah tangga melalui urban farming, menjadi salah satu solusi di meningkatnya kebutuhan pangan dan keterbatasan lahan di perkotaan. Meski demikian, upaya tersebut tidak terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi masyarakat, mulai dari minimnya pengetahuan hingga keterbatasan waktu.
Dalam dialog Beranda Asta Cita, Ketahanan Pangan, Pro 1 RRI Surabaya, Rabu, 1 April 2026, Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Surabaya, Rahmad Kodariawan, menyebut bahwa urban farming memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga. Untuk itu, diharapkan bisa dilaksanakan dan diterapkan secara optimal di masyarakat.
“Urban farming bisa menjadi solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, terutama di wilayah perkotaan. Namun, tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Untuk itu, kami dari DKPP memberikan fasilitas berupa pelatihan dan juga pemberian benih atau bibi gratis kepada masyarakat, dengan harapan bisa dioptimalkan dan bisa menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan kemandirian pangan,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian warga masih menganggap kegiatan bercocok tanam sebagai hal yang rumit dan membutuhkan lahan luas. Padahal, berbagai metode seperti hidroponik atau pemanfaatan lahan sempit dapat menjadi solusi praktis.
Di sisi lain, kalangan generasi muda juga melihat adanya tantangan dalam membangun minat terhadap sektor pertanian perkotaan. Mahasiswa Agribisnis UPN “Veteran” Jawa Timur, Eunike Florentina Br Tarigan, menilai urban farming belum sepenuhnya dianggap menarik oleh anak muda.
“Banyak anak muda yang belum melihat urban farming sebagai sesuatu yang relevan atau menarik. Padahal, jika dikemas dengan pendekatan yang kreatif, ini bisa menjadi peluang besar. Kita bisa belajar menanam sayuran untuk konsumsi diri sendiri,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Salsalina Aprilia Br Ginting menambahkan bahwa keterbatasan waktu dan konsistensi juga menjadi kendala utama masyarakat perkotaan dalam menjalankan urban farming.
“Kesibukan sehari-hari membuat banyak orang sulit konsisten merawat tanaman. Akibatnya, banyak yang berhenti di tengah jalan. Padahal jika ditekuni, ini bisa menjadi solusi untuk membentuk ketahanan pangan,” jelasnya.
Meski masih menghadapi berbagai tantangan seperti edukasi teknik bercocok tanam, mulai dari pemilihan jenis tanaman, pemilihan pupuk, serta cara merawat tanaman, masyarakat sering kali tidak mengetahui harus memulai dari mana. Padahal, urban farming tetap memiliki prospek besar jika didukung dengan edukasi yang tepat, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta inovasi yang menarik, khususnya bagi generasi muda.
Dengan berbagai tantangan yang ada, urban farming diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi benar-benar mampu menjadi solusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di tengah dinamika kehidupan perkotaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....