PPI Dunia Kunjungi RRI Surabaya, Telusuri Sejarah Penyiaran Radio

  • 11 Mar 2026 21:08 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Bulan Ramadan menjadi bulan yang istimewa. Salah satunya bagi Muhammad Nur Ar Royyan Mas, Direktur Penelitian dan Kajian PPI Dunia. Di tengah libur Ramadan dan jelang Idul Fitri 1447 H, Royyan, sapaan akrabnya, menyempatkan diri mengunjungi RRI Surabaya, untuk melihat secara langsung jejak sejarah penyiaran radio di Indonesia.

"Saya sengaja berkunjung ke RRI Surabaya, karena sebagai warga Surabaya, yang sekaligus saat ini tengah mudik lebaran dari menempuh pendidikan di Jerman, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke RRI Surabaya sebagai salah satu radio bersejarah di Indonesia, sekaligus menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi komunikasi saat ini tidak terlepas dari perjalanan panjang media penyiaran di masa lalu," ujarnya, Rabu, 11 Maret 2026.

Royyan Mas, yang juga merupakan Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Jerman periode 2024/2025 juga diajak menelusuri jejak sejarah penyiaran radio di ruang Galeri Tri Prasetya RRI Surabaya , yang menyimpan berbagai koleksi peralatan siaran radio tempo dulu.

Di galeri tersebut, Ia melihat sejumlah perangkat penyiaran klasik, mulai dari mixer siaran generasi awal, alat rekaman lawas, hingga koleksi piringan hitam yang pernah digunakan dalam siaran radio. Selain itu, terdapat pula koleksi kaset CD pita yang berisi rekaman suara proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945.

"Kami sangat senang bisa berkunjung ke RRI Surabaya. Di sini kami bisa melihat langsung bagaimana perkembangan teknologi penyiaran dari masa ke masa serta peran penting radio dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Royyan, keberadaan galeri yang menyimpan berbagai peralatan siaran lama tersebut menjadi pengingat bahwa radio memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa.

"Melihat langsung rekaman suara proklamasi dan peralatan siaran tempo dulu membuat kami semakin menghargai perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan informasi kemerdekaan. Radio menjadi salah satu media penting pada masa itu," tambahnya.

Royyan berharap generasi muda, khususnya mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri, dapat terus mempelajari sejarah bangsa sekaligus memahami perkembangan media sebagai bagian dari dinamika komunikasi modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....