Memanfaatkan Momen Ramadhan untuk Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
- 25 Feb 2026 19:52 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menata hati, memperbanyak amal kebaikan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustad Ahmad Syukron, Dai dari Yayasan Dana Sosial Al-Falah, saat berbincang bersama RRI Surabaya dalam program Berkah Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan adalah bulan pendidikan spiritual yang mengajarkan umat Islam untuk hidup lebih disiplin, sabar, dan peduli terhadap sesama.
“Ramadhan bukan hanya soal puasa secara fisik, tetapi juga puasa hati dan pikiran. Ini waktu terbaik untuk memperbaiki akhlak, menjaga lisan, dan memperbanyak amal ibadah,” ujar Ustad Ahmad Syukron.
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan di bulan Ramadhan dengan amalan sederhana namun konsisten, seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, shalat berjamaah, serta mempererat silaturahmi. Menurutnya, keberkahan Ramadhan justru terletak pada keistiqamahan dalam berbuat kebaikan, bukan pada besarnya amalan semata.
Selain ibadah personal, Ramadhan juga menjadi momen tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ustad Ahmad Syukron mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar, terutama kepada fakir miskin, anak yatim, dan kaum dhuafa.
“Rasa lapar saat berpuasa seharusnya menumbuhkan empati. Dari situ kita belajar berbagi, baik melalui sedekah, zakat, maupun bantuan sosial lainnya,” ucapnya.
Ia menambahkan, kegiatan berbagi di bulan Ramadhan tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga membersihkan hati dan memperkuat rasa syukur bagi yang memberi. Semangat inilah yang terus digaungkan oleh Yayasan Dana Sosial Al-Falah melalui berbagai program sosial dan dakwah selama bulan suci.
Diakhir perbincangan, Ustad Ahmad Syukron berharap umat Islam tidak menyia-nyiakan Ramadhan yang datang hanya setahun sekali. “Mari kita jadikan Ramadhan sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya selama sebulan, tetapi juga di bulan-bulan setelahnya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....